Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Indonesia Dorong Pendanaan Energi Bersih

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Masyarakat Indonesia Dorong Pendanaan Energi Bersih Doc: istimewa
Ket. Ekonomi Hijau - Dunia Usaha Perlu Mitigasi Risiko Perubahan Iklim

Mayoritas masyarakat Indonesia mulai mendorong sektor perbankan dan lembaga keuangan untuk lebih fokus pada pendanaan energi bersih dibanding proyek berbasis batu bara.

Jakarta - Hasil survei YouGov atas penugasan Market Forces menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menilai perbankan turut berkontribusi terhadap perubahan iklim apabila masih mendanai tambang dan pembangkit listrik batu bara.

Juru Kampanye Market Forces Indonesia Ginanjar Ariyasuta mengatakan sebanyak 60 persen responden atau tiga dari lima warga Indonesia percaya pembiayaan batu bara memperburuk krisis iklim.

“Sekitar 71 persen warga Indonesia juga percaya bahwa bank seharusnya tidak mendanai perusahaan atau proyek dengan emisi gas rumah kaca tinggi yang memperburuk perubahan iklim,” kata Ginanjar, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Selasa (19/5).

Ia menilai hasil survei tersebut menjadi peringatan penting bagi sektor perbankan dan industri mineral kritis di Indonesia.

“Ini adalah alarm penting, bukan hanya bagi perbankan, tetapi juga bagi industri mineral kritis di Indonesia. Survei ini harus ditanggapi serius oleh bank dalam menentukan ke mana mereka akan mengalokasikan dana di masa mendatang,” ujarnya.

Survei juga mencatat 43 persen responden akan mempertimbangkan pindah bank jika lembaga keuangan mereka masih membiayai proyek batu bara baru. Selain itu, 54 persen responden menyatakan tidak akan mempercayai bank yang mengaku menghentikan pembiayaan batu bara tetapi masih mendukung perusahaan pengembang proyek tersebut.

Sebanyak 66 persen responden juga berharap komitmen penghentian pembiayaan batu bara berlaku untuk seluruh proyek, termasuk PLTU captive yang digunakan industri seperti smelter nikel dan aluminium.

Survei bertajuk “Banks and Coal Financing: Public Perception Survey across Indonesia, Malaysia, and Singapore” itu dilakukan pada Maret 2026 terhadap 4.000 responden di tiga negara, termasuk 2.000 responden dari Indonesia.

Hasil survei menunjukkan tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap perubahan iklim mencapai 96 persen, tertinggi dibanding Malaysia sebesar 85 persen dan Singapura sebesar 81 persen.

Sebanyak 65 persen warga Indonesia juga menilai pengurangan penggunaan energi batu bara secara cepat menjadi salah satu solusi terbaik mengatasi perubahan iklim. Selain itu, mayoritas responden Indonesia atau 61 persen tidak menganggap nikel sebagai produk “hijau” jika diproduksi menggunakan PLTU batu bara.

Direktur Asia Energy Finance Market Forces Bernadette Maheandiran mengatakan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap perubahan iklim dipicu dampak nyata seperti gelombang panas, banjir, badai, dan tanah longsor.

Potensi Risiko

Sementara itu, Direktur Utama PT Surveyor IndonesiaFajar Wibhiyadi menilai perubahan iklim kini telah menjadi risiko yang harus dimitigasi oleh dunia usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Ekonomi
Menko Ekonomi Targetkan Kre...
Daerah
BMKG Peringatkan Gelombang ...
Nasional
KADIN Ungkap Teknologi Buka...
Ekonomi
Pos Indonesia Disebut Gagal...

Menekraf Ingin Tenun jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf Ingin Tenun jadi K...
Nasional
Mentan Ultimatum Importir P...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.