Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KUR Rp10 Triliun Disiapkan Pemerintah Dukung Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 18:48 WIB | Oleh:
KUR Rp10 Triliun Disiapkan Pemerintah Dukung Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis HKI Doc: ANTARA/Farika Nur Khotimah
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya memberi sambutan dalam acara peluncuran dan konferensi pers "Indonesia Animation Report 2026" di Jakarta, Selasa (19/5).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan pemerintah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp10 triliun untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (HKI/IP).

“Akhirnya saya bicara dengan Menteri Keuangan, dengan Menko Perekonomian bahwa kalau ada KUR atau Kredit Usaha Rakyat untuk UMKM kenapa tidak ada KUR untuk industri kreatif berbasis kekayaan intelektual? Sehingga sertifikat kekayaan intelektualnya yang dikeluarkan oleh Menteri Hukum itu bisa dijadikan agunan,” kata Riefky dalam peluncuran dan konferensi pers Indonesia Animation Report 2026 di Jakarta, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan pemerintah telah menyetujui alokasi KUR sebesar Rp10 triliun pada 2026 dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta untuk pelaku usaha kreatif pemula.

Nah, dari pihak Menteri Keuangan singkat cerita akhirnya menyetujui, diberikan Rp10 triliun untuk tahun 2026 ini, up to Rp500 juta KUR-nya untuk pemula pastinya,” ujarnya.

Meski demikian, Riefky mengatakan sertifikat kekayaan intelektual pada tahap awal masih berfungsi sebagai agunan pendukung, bukan agunan utama.

“Ini belum jadi agunan utama untuk tahap awal, ini jadi agunan pendukung,” katanya.

Ia menambahkan terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi pelaku usaha kreatif untuk mengakses pembiayaan tersebut, antara lain usaha telah berjalan minimal dua tahun dan memiliki rata-rata pendapatan bulanan di atas Rp50 juta.

Menurut Riefky, akses modal masih menjadi persoalan utama di industri animasi nasional.

“Pemerintah sadar bahwa akses modal masih menjadi kendala bagi 85 persen studio animasi,” ujarnya.

Untuk mendukung implementasi pembiayaan berbasis IP, Kementerian Ekraf juga telah melantik 64 penilai kekayaan intelektual atau IP Valuator pertama di Indonesia.

“Dalam sejarah Indonesia sekarang sudah ada IP Valuator, ada 64 yang telah kita lantik yang untuk membantu industri kreatif di Indonesia dalam hal untuk IP evaluasinya,” kata Riefky.

Indonesia Animation Report 2026 secara resmi diluncurkan oleh Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya sebagai studi komprehensif yang memetakan kondisi, potensi, serta tantangan industri animasi nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.