Gola Gong Jadi Duta Baca 2026 untuk Perkuat Budaya Literasi
📅 Selasa, 19 Mei 2026, 15:50 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Perpusnas
JAKARTA -- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kembali mengukuhkan Heri Hendrayana Harris atau Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia (DBI) Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (18/5) untuk memperkuat literasi masyarakat.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Perpusnas memperkuat budaya baca dan gerakan literasi masyarakat secara berkelanjutan, mengingat DBI merupakan salah satu program unggulan Perpusnas dalam menghadirkan sosok inspiratif untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif meningkatkan kegemaran membaca.
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, mengatakan, penugasan kembali Gol A Gong sebagai DBI Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya melanjutkan misi penguatan budaya baca dan literasi masyarakat di Indonesia.
"Kami lanjutkan misinya karena ini adalah misi yang mulia," ujarnya.
Melalui program tersebut, Perpusnas mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam gerakan literasi yang kolaboratif dan berdampak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengukuhan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Gol A Gong dalam menggerakkan budaya literasi di berbagai daerah selama menjabat sebagai DBI periode 2021–2025.
Menurut Aminudin, keberadaan figur seperti Gol A Gong penting untuk menjaga semangat gerakan literasi di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi saat ini karena gerakan literasi membutuhkan sosok penggerak yang mampu hadir langsung di tengah masyarakat, serta membangun jejaring kolaborasi lintas komunitas.
Gol A Gong dinilai memiliki peranan aktif dalam melibatkan berbagai lapisan masyarakat dalam gerakan literasi, mulai dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pemerintah daerah melalui dinas perpustakaan, penulis, hingga komunitas literasi di berbagai daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 2026, Program DBI dijalankan melalui skema non-APBN. Meski demikian, Kepala Perpusnas berharap segala kegiatan pembudayaan kegemaran membaca tetap dapat dilaksanakan secara kreatif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
"Saya berharap tugas ini bisa dikerjakan dengan sepenuh hati walaupun pro bono (sukarela)," tuturnya.
Sementara itu, Gol A Gong mengaku tetap bersedia melanjutkan amanah sebagai DBI tahun 2026 karena ingin memberi teladan bahwa gerakan literasi harus lahir dari kepedulian terhadap masyarakat.
"Gerakan literasi memang harus muncul dari hati, persoalan insentif mungkin bonus. Saya ingin memberi contoh kepada Relawan Literasi Masyarakat (Relima) bahwa kerja-kerja literasi harus dijalankan dengan kesungguhan. Sebab, menjadi berguna jauh lebih penting dari sekadar menjadi orang penting," ujarnya.
Ia juga berharap program DBI maupun Relima dapat terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang karena memiliki peran strategis dalam membangun budaya baca masyarakat.
"Perpustakaan dan gerakan literasi harus tetap berada di garis depan dalam menjawab tantangan rendahnya kapasitas literasi bangsa. Relima tidak bisa hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga terus meningkatkan kapasitas diri, kompetensi, konsistensi, dan jejaring kolaborasi di daerah masing-masing," ucap Gol A Gong.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!