Bitcoin Tembus 81 Ribu Dolar AS Dipicu Sentimen Regulasi Kripto AS
📅 Selasa, 19 Mei 2026, 17:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menilai kenaikan harga Bitcoin hingga menembus 81.511,13 dolar AS pada 15 Mei 2026 dipicu sentimen positif dari CLARITY Act, rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang dinilai mendukung industri kripto.
RUU tersebut telah disetujui U.S. Senate Banking Committee dengan hasil pemungutan suara 15 banding 9 pada 14 Mei 2026. Regulasi itu dipandang memberi kepastian hukum terkait pembagian pengawasan aset kripto antara CFTC dan SEC.
“Pasar melihat kemajuan CLARITY Act sebagai sinyal bahwa arah regulasi kripto di AS mulai bergerak ke fase yang lebih jelas. Selama ini ketidakpastian regulasi menjadi salah satu hambatan terbesar bagi investor institusional,” ujar Fyqieh di Jakarta, Senin (18/5).
Ia mengatakan reli Bitcoin tidak hanya dipicu sentimen regulasi, tetapi juga tekanan di pasar derivatif. Open interest Bitcoin tercatat melonjak 37,14 persen dalam 24 jam, sementara posisi short senilai sekitar 71,02 juta dolar AS terlikuidasi sehingga memicu short squeeze.
“Ketika sentimen positif muncul di tengah posisi short yang terlalu padat, pasar bisa bergerak sangat cepat,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara teknikal, Bitcoin kini bergerak di area penting dekat simple moving average (SMA) 200 hari di level 82.455 dolar AS. Jika mampu bertahan di atas 80.000 dolar AS, peluang penguatan menuju 85.000 dolar AS masih terbuka.
“Level 80.000 dolar AS menjadi batas psikologis yang sangat penting. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, peluang retest ke 85.000 dolar AS masih terbuka,” ujar Fyqieh.
Selain sentimen regulasi, prospek Bitcoin juga didukung pulihnya minat institusional melalui ETF Bitcoin spot dan aksi akumulasi investor whale. Data on-chain menunjukkan alamat whale dengan kepemilikan 10 hingga 10.000 BTC mengakumulasi lebih dari 61.000 BTC dalam sebulan terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Apabila arus masuk ETF tetap berlanjut dan whale terus menambah kepemilikan, Bitcoin memiliki fondasi permintaan yang lebih kuat,” jelasnya.
Fase Matang
Sementara itu, CEO INDODAX William Sutanto mengatakan industri kripto di Indonesia kini berkembang menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital yang semakin matang dan teregulasi.
Hal itu tercermin dari jumlah member INDODAX yang mendekati 10 juta pengguna menjelang peringatan Bitcoin Pizza Day pada 22 Mei.
“Perjalanan industri kripto hari ini sudah sangat berbeda dibanding satu dekade lalu. Kini industri bergerak menuju fase yang lebih matang dengan menempatkan kepercayaan dan perlindungan pengguna sebagai prioritas utama,” ujar William.
Menurut dia, peningkatan jumlah pengguna juga diiringi penguatan standar keamanan, transparansi, dan penerapan Know Your Customer (KYC) Hygiene guna meminimalkan risiko fraud digital dan ancaman siber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!