Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jogja After Dark: Wisata Malam Jadi Senjata Dongkrak Lama Tinggal Turis

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 20:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jogja After Dark: Wisata Malam Jadi Senjata Dongkrak Lama Tinggal Turis Doc: ANTARA/ Luqman Hakim
Ket. Suasana di kawasan Tugu Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Memperpanjang lama tinggal wisatawan menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai ekonomi pariwisata tanpa harus bergantung pada lonjakan jumlah kunjungan.

Semakin lama wisatawan berada di suatu destinasi, semakin besar pengeluaran yang berputar di sektor lokal—mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif.

Upaya ini juga mendorong diversifikasi atraksi wisata dan penguatan konektivitas antarwilayah. Dengan begitu, strategi memperpanjang durasi kunjungan bukan sekadar soal promosi destinasi, tetapi bagian dari transformasi pariwisata menuju model yang berkelanjutan, inklusif, dan bernilai tambah tinggi.

Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat pengembangan wisata malam di lima kabupaten/ kota guna memperpanjang lama tinggal wisatawan.

"Wisata malam di DIY ini dikembangkan untuk memastikan 'length of stay' (lama tinggal wisatawan) meningkat," ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi di Yogyakarta, Jumat (7/11).

Menurut Imam, dengan keberadaan wisata malam, wisatawan tidak hanya beraktivitas di siang hari, tetapi juga memiliki banyak alternatif kegiatan setelah matahari terbenam.

Dia berharap upaya itu membuat mereka lebih betah dan memperpanjang masa kunjungan di Yogyakarta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, rata-rata lama menginap wisatawan di hotel berbintang pada Juni 2025 tercatat 1,54 malam. Angka ini sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya yang masih berada di angka 1,51 malam.

Meski begitu, Imam menegaskan pengembangan wisata malam di provinsi ini tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai budaya.

"Untuk menahan wisatawan lebih lama di DIY itu perlu atraksi malam. Atraksi malam bukan atraksi yang negatif, yang kemudian dipastikan tidak bertentangan dengan nilai-nilai budaya," ucap dia.

Sejumlah wilayah di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, menurut Imam, selama ini sudah memiliki kegiatan malam cukup berkembang, mulai dari kafe hingga berbagai acara komunitas.

Namun di kabupaten lain seperti Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, potensi wisata malam masih perlu ditingkatkan agar aktivitas pariwisata semakin merata.

Kawasan pantai selatan di Kabupaten Bantul, menurut Imam, sejak lama diproyeksikan untuk pengembangan wisata malam.

Dispar DIY dengan Dinas Pariwisata Bantul, kata dia, telah berkoordinasi untuk menyiapkan kegiatan yang aman, menarik, dan sesuai aturan di kawasan pesisir itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.