Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PSEL di Bali Ditolak Warga, Proyek Energi Sampah Picu Gelombang Protes

24 Senin, 18 Mei 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
PSEL di Bali Ditolak Warga, Proyek Energi Sampah Picu Gelombang Protes PSEL di Bali Ditolak Warga, Proyek Energi Sampah Picu Gelombang Protes Doc: ANTARA/ HO-Humas Pemkot Surabayaam
Ket. Ilustrasi - Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

DENPASAR – Penolakan terhadap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Bali menunjukkan bahwa solusi pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan teknologi dan investasi besar.

Di banyak kasus, kekhawatiran masyarakat muncul karena potensi pencemaran, dampak kesehatan, hingga ketidakjelasan pengelolaan emisi dari fasilitas pengolahan sampah.

Situasi ini memperlihatkan bahwa proyek transisi energi berbasis sampah masih menghadapi persoalan kepercayaan publik.

Jika transparansi kajian lingkungan dan pelibatan masyarakat tidak dilakukan secara kuat sejak awal, proyek yang diklaim sebagai solusi modern justru berisiko memunculkan konflik sosial baru.

Di sisi lain, penolakan ini juga menjadi pengingat bahwa pengurangan sampah dari sumbernya tetap lebih penting dibanding sekadar mencari cara untuk membakarnya menjadi energi.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta merespons penolakan warga Pesanggaran terkait pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan memastikan keberadaan teknologi tersebut aman dari dampak negatif pada lingkungan.

“Sama sekali amat sangat tidak ada (dampak terhadap lingkungan), nanti juga truk-truk yang mengangkut sampah kami pakai yang betul-betul aman,” kata Giri usai Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Bali, Senin (18/5).

Diketahui sebelumnya, muncul penolakan dari warga Pesanggaran atas rencana pengembangan PSEL di kawasan Pelindo, masyarakat meminta pengolahan dilakukan di TPA Suwung agar lingkungan mereka sehat, bersih, dan nyaman.

Wagub Giri kemudian menjelaskan bahwa secara teknis setelah PSEL beroperasi sampah-sampah akan dibawa dengan truk tertutup dan ditekan muatannya.

“Bisa sampah itu yang tiga truk menjadi satu mobil, dia akan ditekan di dalamnya, ini tertutup sekali dan tidak ada yang tercecer lagi di jalan, langsung masuk dan diselesaikan,” ujarnya.

Jika dituntut membatalkan pembangunan PSEL di kawasan Pelindo atau Lingkungan Pesanggaran, Giri melihat hal itu sudah tidak memungkinkan. Sebab perjanjian kerja sama penggunaan lahan sudah diputuskan sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendukung lagi.

“Tidak ada alasan lagi untuk tidak mendukung, PSEL ini sekali lagi sama sekali tidak menimbun sampah, ini merupakan pabrik, sampah yang masuk itu pagi masuk dan sore sudah selesai,” kata dia.

Lebih jauh jika melihat fungsinya, PSEL nantinya akan mengalirkan listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sehingga Giri meminta warga Pesanggaran bersabar hingga PSEL benar-benar rampung.

Sebelum teknologi pengolahan sampah itu rampung, Pemprov Bali sendiri sudah mengkoordinasikan strategi jangka pendek pengelolaan sampah dengan seluruh kabupaten/kota, langkah-langkah pengolahan sampah berbasis sumber juga sudah berjalan terutama di Denpasar dan Badung.

Pemprov Bali optimistis pembangunan PSEL akan berjalan baik dan teknologi tersebut berhasil menyelesaikan polemik sampah, sebab kali ini pemerintah daerah bersama pemerintah pusat turun langsung dalam proyek ini.

“Kalau dulu PT NOEI (mantan investor pengolahan sampah) itu kan pihak ketiga tidak ditangani secara langsung oleh pemerintah, kalau yang sekarang ini Danantara, program rill dari pemerintah pusat, semoga nanti Bali berhasil maka Bantar Gebang juga bisa berhasil,” tutur Wagub Giri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.