Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Komunikasi Effendi Gazali Soroti Legalitas Pendidikan Asing.

📅 Sabtu, 24 Okt 2026, 13:54 WIB | Oleh:
Pakar Komunikasi Effendi Gazali Soroti Legalitas Pendidikan Asing. Doc: HighScope Indonesia
Ket. Lembaga pendidikan tidak boleh sekadar menjual label 'internasional' jika tidak dibentengi legalitas yang sah. Sorotan tersebut relevan dengan kasus yang saat ini berkembang mengenai HighScope Indonesia yang berganti nama menjadi Eco Social Tech School, terutama mengenai ruang lingkup lisensi, kewenangan memberikan sublisensi, serta dasar kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Asing (LPA).

Pakar komunikasi Effendi Gazali berharap persoalan pendidikan dan dokumen kelulusan menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap lembaga pendidikan dengan legalitas yang sah.

“Saat saya ke Amerika, ada sekolah yang cuma TK saja. Tapi di Indonesia, sekolah itu menawarkan TK sampai SMA. Ini izinnya bagaimana, lulusannya bagaimana?” tuturnya.

Lembaga pendidikan tidak boleh sekadar menjual label 'internasional' jika tidak dibentengi legalitas yang sah.

Sorotan tersebut relevan dengan kasus yang saat ini berkembang mengenai HighScope Indonesia yang berganti nama menjadi Eco Social Tech School, terutama mengenai ruang lingkup lisensi, kewenangan memberikan sublisensi, serta dasar kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Asing (LPA).

HighScope Indonesia berdiri sejak 1996 dan telah berkembang menjadi jaringan dengan 15 lokasi sekolah. Berdasarkan informasi yang diterima, setelah persoalan sublisensi mencuat, empat cabang disebut memisahkan diri dan beralih menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB), mengikuti arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

20261024142939_HighScope_3.jpg

Persoalan sublisensi juga menjadi bagian dari sengketa HighScope Rancamaya yang melibatkan Yayasan Perintis Pendidikan Belajar Aktif (YPPBA), PT RDA Mangun Karsa—dahulu bernama PT High Scope Indonesia—dan Yayasan Bina Tunas Abadi.

HighScope Indonesia berdiri sejak 1996 dan telah berkembang menjadi jaringan dengan 15 lokasi sekolah. Berdasarkan informasi yang diterima, setelah persoalan sublisensi mencuat, empat cabang disebut memisahkan diri dan beralih menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB), mengikuti arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Persoalan sublisensi juga menjadi bagian dari sengketa HighScope Rancamaya yang melibatkan Yayasan Perintis Pendidikan Belajar Aktif (YPPBA), PT RDA Mangun Karsa—dahulu bernama PT High Scope Indonesia—dan Yayasan Bina Tunas Abadi.

Perkara tersebut tercatat pada tingkat kasasi Mahkamah Agung dengan Nomor 2514 K/Pdt/2026, yang pada intinya bahwa YPPBA dan PT HighScope Indonesia tidak mempunyai kewenangan memberikan sublisensi pada pihak lain.

Pemerintah diingatkan untuk perlu menindaklanjuti persoalan kewenangan pemberian sublisensi dengan merujuk pada isi perjanjian HighScope Educational Research Foundation (HSERF) dan YPPBA serta amar dan pertimbangan putusan pengadilan.

Menurut informasi pencatatan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum, perjanjian HSERF dan YPPBA baru tercatat pada Desember 2024, dengan masa berlaku berakhir pada Desember 2026. Sehingga sebelum itu, perjanjian yang dilakukan dengan pihak ketiga tidak mempunyai kekuatan hukum.

Pencatatan LPA Perlu Diklarifikasi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.