Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisata Halal Harus Fokus ke Peningkatan Pengalaman-Ekonomi

24 Sabtu, 24 Okt 2026, 14:45 WIB | Oleh:
Wisata Halal Harus Fokus ke Peningkatan Pengalaman-Ekonomi Wisata Halal Harus Fokus ke Peningkatan Pengalaman-Ekonomi Doc: ANTARA/HO-IMTF 2027
Ket. Para pembicara dalam talk show bertema “The Next Wave of Halal Tourism: From Policy to Lifestyle” yang diselenggarakan di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (23/10).

Jakarta -- Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menilai pariwisata halal (halal tourism) Indonesia harus bertransformasi melalui pendekatan atau fokus kepada peningkatan pengalaman wisatawan dan rantai nilai ekonomi.

Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah merangkap Direktur Industri Produk Halal KNEKS Putu Rahwidhiyasa menilai potensi industri ini perlu dikembangkan melalui keterhubungan antara produk halal, layanan pariwisata, dan kebutuhan wisatawan Muslim.

“Keterhubungan ini diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, termasuk UMKM yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, dan berbagai layanan pendukung perjalanan,” kata Putu dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, pengembangan wisata halal atau pariwisata ramah Muslim di Indonesia diharapkan bukan sekadar pemenuhan regulasi dan sertifikasi, namun harus diarahkan menuju pengalaman wisata yang terintegrasi dengan gaya hidup Muslim modern.

Sementara itu, CEO Meraya Coki Lubis menekankan bahwa pengembangan halal tourism tidak cukup hanya mengandalkan promosi destinasi untuk membangun kesadaran publik (awareness).

“Destinasi yang indah belum tentu dikenal, yang dikenal belum tentu dikunjungi, dan yang dikunjungi belum tentu memberikan dampak ekonomi yang merata. Karena itu, kita perlu menghubungkan potensi destinasi dengan pasar, sekaligus memastikan masyarakat lokal menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata,” ujar Coki.

Coki juga menekankan pentingnya pendekatan bottom-up dalam membangun ekosistem wisata.

Menurutnya, masyarakat di sekitar destinasi perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan dan pengembangan, bukan sekadar menjadi penerima manfaat setelah program berjalan.

“Ekosistem pariwisata yang kuat harus tumbuh bersama masyarakatnya. Ketika warga merasa memiliki destinasi, memahami peluang ekonominya, dan terlibat langsung dalam pengelolaannya, akan terbentuk sense of belonging yang penting bagi keberlanjutan industri,” katanya.

Pendekatan tersebut dapat diwujudkan dengan menghubungkan UMKM, pengelola homestay, pemandu lokal, pengrajin, penyedia kuliner halal, dan komunitas setempat ke dalam paket perjalanan serta jaringan distribusi industri pariwisata.

“Dengan demikian, wisatawan tidak hanya memperoleh pengalaman yang lebih utuh, tetapi juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal,” kata dia.

Di sisi lain, pengembangan wisata halal salah satunya didorong melalui ajang Indonesia Muslim Travel Fair (IMTF) 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Januari 2027 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.