Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Korea Selatan Turun Tangan, Mogok 47 Ribu Karyawan Samsung Mengancam Ekonomi

📅 Senin, 18 Mei 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Korea Selatan Turun Tangan, Mogok 47 Ribu Karyawan Samsung Mengancam Ekonomi Doc: AFP
Ket. Anggota serikat pekerja Samsung Electronics membawa poster bertuliskan “Ubah agar lebih transparan!” saat menggelar aksi unjuk rasa massal menuntut penghapusan batas bonus berbasis kinerja di luar pabrik foundry dan semikonduktor perusahaan di Pyeongtaek pada 23 April 2026.

Seoul - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Senin (18/5), menyerukan agar hak pekerja dan manajemen sama-sama dihormati di tengah ancaman mogok kerja selama 18 hari di Samsung Electronics.

Dalam pernyataannya di media sosial X, Lee menegaskan bahwa keseimbangan antara kepentingan buruh dan perusahaan harus dijaga.

“Pekerja harus dihormati sebagaimana perusahaan dihormati, dan hak manajemen perusahaan harus dihormati sebagaimana hak pekerja,” tulis Lee.

Dikutip dari CNBC, Lee juga mengingatkan bahwa sikap berlebihan dari kedua pihak dapat memperburuk situasi.

“Hal yang berlebihan tidak membawa manfaat; sikap ekstrem justru akan berbalik merugikan,” katanya.

Pernyataan Lee menambah tekanan dari pemerintah Korea Selatan agar Samsung dan serikat pekerja segera mencapai kesepakatan sebelum aksi mogok yang dijadwalkan dimulai pada 21 Mei.

Putaran terakhir negosiasi antara serikat pekerja dan manajemen Samsung dijadwalkan berlangsung pada Senin.

Serikat pekerja menuntut perubahan sistem bonus berbasis kinerja di Samsung. Mereka meminta bonus sebesar 15 persen dari laba operasional perusahaan, penghapusan batas maksimal bonus, serta pembentukan sistem bonus yang lebih jelas dan permanen.

Sementara itu, manajemen Samsung menawarkan bonus sebesar 10 persen dari laba operasional serta kompensasi khusus satu kali kepada pekerja.

Di tengah perkembangan tersebut, saham Samsung Electronics sempat melonjak hingga 6,65 persen pada perdagangan Senin sebelum memangkas penguatan menjadi sekitar 3 persen.

Pemerintah Khawatir Dampak Ekonomi

Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok sebelumnya memperingatkan pemerintah akan mengambil langkah darurat jika mogok kerja berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi ekonomi nasional.

Menurut Kim, pemerintah dapat memberlakukan “penyesuaian darurat” sesuai hukum ketenagakerjaan Korea Selatan untuk menangguhkan aksi mogok hingga 30 hari apabila dinilai mengganggu ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Ia menyebut negosiasi Senin menjadi peluang terakhir untuk mencegah aksi mogok besar-besaran.

“Kerugian ekonomi yang akan kita hadapi bisa di luar imajinasi,” ujar Kim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.