Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guncang Asia! Jakarta Bhayangkara Presisi Cetak Sejarah Horor Hancurkan Raksasa Iran

📅 Senin, 18 Mei 2026, 03:34 WIB | Oleh:
Guncang Asia! Jakarta Bhayangkara Presisi Cetak Sejarah Horor Hancurkan Raksasa Iran Doc: ANTARA/Jessica Wuysang
Ket. Sejumlah pevoli Jakarta Bhayangkara Presisi melakukan selebrasi setelah mencetak poin saat melawan Hyundai Capital Skywalkers pada pertandingan semifinal AVC Men's Volleyball Champions League 2026 di GOR Terpadu, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (16/5).

JAKARTA - Jakarta Bhayangkara Presisi sukses mengukir sejarah emas sebagai klub bola voli pertama asal Indonesia yang berhasil merengkuh gelar juara di level Asia. Kepastian ini diraih setelah tim asuhan Reidel Alfonso Gonzalez Toiran tersebut menumbangkan raksasa Iran, Foolad Sirjan Iranian, dengan skor 3-1 (25-20, 24-26, 25-23, 25-23) dalam laga final AVC Men's Champions League 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (17/5). 

Bhayangkara yang mengandalkan trio kelas dunia Noumory Keita, Robertlandy Simon Aties, Rok Mozic, menunjukkan dominasi saat meninggalkan Foolad 4-1 dan terus menjaga keunggulan hingga technical time out pertama dengan 8-5.

Tim asuhan Reidel Alfonso Gonzalez Toiran terus menggempur sambal meredam upaya Foolad mendapatkan momentum mencetak poin beruntun hingga terus menjaga jarak saat mencetak poin 16-11.

Foolad terus memberikan perlawanan balik namun jarak poin yang cukup jauh membuat tim asal Iran itu kesulitan mengejar dan harus merelakan set pertama menjadi milik Bhayangkara dengan skor akhir 25-20.

Kedua tim kembali ke pertukaran serangan yang lebih intensif set kedua. Bhayangkara maupun Foolad unggul secara bergantian dengan selisih hanya satu poin.

Bhayangkara baru bisa membuat jarak saat mencetak 20-18. Namun, tekanan balik yang efektif dari Foolad berhasil menyamakan skor menjadi 20-20. Kedua tim mencetak poin secara bergantian hingga terjadi jus.

Pada saat-saat krusial, para pemain Foolad berhasil mengumpulkan dua poin beruntun untuk memenangkan set kedua dengan skor 26-25.

Persaingan ketat berlanjut pada set ketiga saat kedua tim saling menjaga jarak dengan selisih satu poin. Bhayangkara berhasil membuat jarak saat mencetak skor 9-6, namun, Foolad mampu mencetak poin beruntun untuk menyamakan skor 9-9.

Setelah skor imbang, kedua tim terlibat saling kejar angka yang berlangsung sengit. Setiap serangan Bhayangkara untuk mencetak poin, langsung direspon dengan poin dari Foolad hingga skor Kembali imbang 23-23, membuat duel semakin menegangkan.

Ketenangan pemain Bhayangkara dalam memasuki poin kritis dan kemampuan memanfaatkan momentum membuat mereka dapat mencetak dua poin beruntun untuk mengakhiri set ketiga dengan 25-23.

Pada set keempat, Foolad tampil lebih agresif dan langsung mencuri poin beruntun untuk memimpin dengan 4-1.Bhayangkara yang sempat kehilangan ketenangan Kembali menemukan pola permainan melalui serangan yang lebih efektif dan perlahan memangkas jarak hingga menyamakan skor 5-5.

Setelah berhasil mengejar ketertinggalan, Bhayangkara mulai tampil lebih percaya diri. Mereka berbalik mengambil kendali permainan dan melesat dengan keunggulan 7-5, lalu memperlebar jarak menjadi 11-7.

Memasuki pertengahan hingga akhir set, pertandingan berlangsung semakin ketat saat Foolad mampu menyamakan skor 13-13. Kedua tim saling bergantian mencetak angka dan tidak membiarkan lawan menjauh. Bhayangkara sempat unggul 16-14, tetapi Foolad kembali mengejar hingga skor menjadi imbang 16-16.

Persaingan semakin menegangkan pada poin-poin krusial. Foolad bahkan sempat berbalik memimpin 18-17 dan kemudian unggul 20-19 serta 21-20. Situasi tersebut membuat Bhayangkara berada dalam tekanan karena kehilangan keunggulan yang sempat mereka bangun sejak pertengahan set.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

8 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

14 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.