Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WNA Italia Dijambret di Bundaran HI, Pramono Anung Naik Pitam: Hukum Seberat-beratnya!

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 22:30 WIB | Oleh:
WNA Italia Dijambret di Bundaran HI, Pramono Anung Naik Pitam: Hukum Seberat-beratnya! Doc: ANTARA/Khaerul Izan
Ket. Tangkapan layar - Seorang pelaku jambret tertangkap kamera tengah beraksi di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas kepada pelaku jambret terhadap warga negara asing (WNA) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

"Kalau udah tertangkap dihukum aja seberat-beratnya," kata Pramono usai meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, Minggu.

Menurut dia, tindakan kriminal jalanan seperti begal dan premanisme tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu rasa aman masyarakat sekaligus mencoreng citra Jakarta sebagai kota global.

Pernyataan itu disampaikan setelah Pramono mendapat informasi bahwa pelaku jambret terhadap WNA tersebut telah berhasil diamankan aparat kepolisian pada Jumat (15/5) lalu.

Pramono mengaku, sebelumnya belum mengikuti detail kasus tersebut. Namun dia menyebut bahwa Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh langkah aparat dalam memberantas aksi kriminalitas di ibu kota.

"Jakarta ini sekarang ini menjadi kota teraman nomor dua di ASEAN. Dan tentunya momentum ini harus dijaga bersama," ujar Pramono.

Dia menilai keamanan merupakan faktor penting bagi Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan pariwisata. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta ikut menjaga situasi tetap kondusif agar masyarakat maupun wisatawan merasa aman beraktivitas di ruang publik.

Pramono juga secara khusus menyoroti praktik premanisme yang dinilai meresahkan dan tidak boleh mendapat ruang di Jakarta.

"Maka saya terhadap tindakan-tindakan yang premanisme dan sebagainya memberikan support sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas," jelas Pramono.

Kasus penjambretan terhadap WNA di kawasan Bundaran HI sempat menyita perhatian publik karena terjadi di salah satu titik paling ramai dan ikonik di ibu kota.

Kawasan tersebut dikenal sebagai pusat aktivitas warga, lokasi wisata, hingga area perkantoran yang kerap dikunjungi turis domestik maupun mancanegara.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat memburu pelaku jambret telepon genggam milik Warga Negara Asing (WNA) asal Italia di kawasan Bundaran HI.

"Unit Reskrim Polsek dibantu SatReskrim Polres masih berupaya untuk mengidentifikasi pelaku," kata Kapolsek Metro Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Braiel Arnold Rondonuwu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/5).

Menurut dia, korban yang merupakan WNA asal Italia itu sudah dimintai keterangan. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (14/5) sore, saat korban sedang menggunakan telepon genggam di pinggir jalan di kawasan Bundaran HI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.