Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Singapura Dorong Keamanan AI yang Seimbang, Inovasi Tetap Jalan Terus!

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 20:22 WIB | Oleh:
Singapura Dorong Keamanan AI yang Seimbang, Inovasi Tetap Jalan Terus! Doc: AFP/LUDOVIC MARIN/Getty Images

SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada hari Rabu (13/5) menyerukan keseimbangan antara keselamatan dan inovasi dalam mengatur kecerdasan buatan (AI), memperingatkan bahwa teknologi tersebut berkembang lebih cepat daripada kemampuan sistem hukum untuk beradaptasi.

"Kita harus menciptakan keseimbangan yang tepat, antara keamanan dan kemajuan, antara pengendalian dan kreativitas," ujar Wong di ajang SGLaw200 Youth Forum, sembari menambahkan bahwa masyarakat telah menghadapi konsekuensi penyalahgunaan AI melalui skema penipuan yang canggih, deepfake, dan misinformasi.

"Hal tersebut bukanlah risiko hipotetis. Itu sudah terjadi," tuturnya.

Dia menambahkan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang lebih sulit akan muncul seiring sistem AI semakin tersemat secara mendalam di bidang-bidang seperti perawatan kesehatan dan kendaraan otonomos.

Dia menyebut berbagai contoh, termasuk diagnosis medis yang salah dan insiden mematikan yang melibatkan mobil otonomos, sembari mempertanyakan siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban saat sistem AI menyebabkan kerugian.

"Apakah pihak pengembang yang membangunnya, pihak yang menulis algoritmanya, perusahaan yang menerapkan mesin itu, atau pihak yang menggunakannya?" tanya sang PM.

Wong mengatakan kerangka hukum yang ada saat ini tidak dirancang untuk dunia di mana mesin-mesin dapat mengambil keputusan yang berdampak besar, dan pemerintah perlu meninjau kembali isu-isu seputar tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban.

"Sekali lagi, ini tidak akan mudah. Melangkah terlalu lambat, dan hukum akan tertinggal, sementara masyarakat berpotensi celaka. Melangkah terlalu cepat dan kita berisiko menghambat inovasi," tambah Wong.

Meski teknologi berkembang pesat, dia menekankan bahwa keadilan dan kesetaraan pada akhirnya harus tetap menjadi ranah penilaian manusia alih-alih algoritma. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
20 Negara Dorong Standar Ke...
Luar Negeri
EBT Global Tumbuh Rekor Nam...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

53 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...

Antikorupsi Diedukasikan kepada para Aparatur Desa Bogor

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...
Olahraga
Mbappe Terus Tunjukkan Keya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.