Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nusantara Infrastructure Group Dorong Warga Olah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 17:42 WIB | Oleh:
Nusantara Infrastructure Group Dorong Warga Olah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi Doc: Istimewa
Ket. Nusantara Infrastructure Group mengajak komunitas mengelola sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi guna mendukung lingkungan bersih, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi berkelanjutan.

PT Nusantara Infrastructure Tbk menandai satu tahun pelaksanaan Program Komunitas Berdaya Nusantara di Makassar, sebuah inisiatif yang mendorong pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar Jalan Tol Makassar. Peringatan ini dihadiri oleh Wali Kota Makassar pada 13 Mei 2026.

Sejak diluncurkan pada 2025, program ini menggandeng Rappo Indonesia, salah satu social enterprise di Kota Makassar. Tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah plastik menjadi produk fesyen ramah lingkungan, program ini juga mendorong keterlibatan aktif perempuan sebagai penggerak utama dalam kegiatan ekonomi berbasis komunitas.

Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, Ramdani Basri, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang inklusif di wilayah operasional.

“Pemberdayaan perempuan menjadi kunci dalam membangun komunitas yang mandiri dan berkelanjutan. Perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama dalam rantai ekonomi sirkular ini,” ujarnya.

Program ini hadir di tengah tantangan pengelolaan sampah perkotaan yang semakin kompleks. Berdasarkan data KLH/BPLH tahun 2025, timbulan sampah di Kawasan Makassar Raya mencapai 1.644 ton per hari.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, masyarakat dilibatkan dalam seluruh rantai proses. Sampah rumah tangga dipilah dan disetorkan ke Bank Sampah Kampung Bersih Nusantara di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo. Selanjutnya, sampah plastik dibeli oleh Rappo Indonesia untuk dibersihkan dan diolah menjadi lembar material daur ulang. Bahan ini kemudian dijahit oleh perempuan pesisir di Untia menjadi produk fesyen bernilai ekonomi seperti tas, dompet, dan aksesoris lainnya. 

Selama satu tahun pelaksanaan, program ini telah mengelola lebih dari 951 kg sampah plastik yang diolah menjadi 17.298 lembar material daur ulang dan dapat digunakan untuk menghasilkan 8.649 produk yang dipasarkan di Makassar, Jakarta, dan Bali.

Dari sisi pemberdayaan, komunitas perempuan di Untia telah mendapatkan pelatihan pengembangan produk dan keterampilan menjahit lanjutan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang penghasilan tambahan serta memperkuat kemandirian ekonomi mereka. Lebih dari sekadar program CSR, inisiatif ini membangun ekosistem berbasis komunitas yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan sampah, proses produksi, hingga distribusi produk.

“Meskipun masih dalam skala terbatas, program ini menunjukkan bahwa solusi pengelolaan limbah dapat dimulai dari tingkat komunitas. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas dampak ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” tutup Ramdani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Megapolitan
Jakarta Berawan Kamis Pagi,...
Daerah
NTT Kembali Diguncang Gempa...
Olahraga
Tijjani Reijnders Gabung Kl...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.