Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ITB Siap Jadi Fasilitator Percepat Penanganan Sampah

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 14:28 WIB | Oleh:

“Kebayang sisanya mau dikemanakan. Itu menjadi tantangan besar bagi kami,” ujar Zulkarnain.

Menurut dia, Pemkot Bandung telah melakukan berbagai langkah mulai dari penyediaan insinerator, RDF, program Gaslah, komposter, hingga penguatan rekayasa sosial di tingkat kewilayahan. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah pengolahan akhir sampah setelah dipilah.

Ia mengapresiasi semangat masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan, dan RW yang mulai aktif menjalankan program pengolahan sampah mandiri, termasuk pembuatan kompos pit dan program urban farming melalui konsep Karasa dan Buruan SAE.

“Masalahnya sampah tidak bisa menunggu. Sampah terus datang setiap hari. Jadi kita harus bergerak lebih cepat,” kata dia.

Dalam forum tersebut, sejumlah akademisi ITB juga menyampaikan pentingnya penguatan sosial engineering dan perubahan perilaku masyarakat.

Salah satu usulan yang muncul adalah membangun platform komunikasi atau aplikasi bersama antar pengelola sampah se-Kota Bandung agar praktik-praktik baik di suatu wilayah dapat direplikasi di wilayah lain.

Selain itu, penataan kawasan bawah Pasopati juga didorong agar tidak lagi dipandang sebagai “ruang belakang” kota, tetapi menjadi etalase pengelolaan sampah modern berbasis komunitas.

Salah satu praktik menarik dipaparkan oleh Adlinus dari FMIPA ITB yang telah mengembangkan konsep peternakan ayam dan budidaya maggot berbasis sampah organik di kawasan Pasirlayung.

Melalui sistem “apartemen ayam dan maggot”, sampah organik diolah menjadi pakan maggot, maggot menjadi pakan ayam, sementara hasil telur dibagikan kepada warga. Sistem tersebut disebut mampu mengurangi volume sampah organik secara signifikan sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dari sampah menjadi gizi. Jadi ada ekonomi yang berputar di masyarakat,” ujar dia.

Model tersebut mendapat perhatian dari Pemkot Bandung dan dinilai berpotensi direplikasi di wilayah lain, termasuk Tamansari yang memiliki keterbatasan lahan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Megapolitan
Cuaca Jakarta Hari Minggu I...

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

38 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Inter Milan Pesta Gol! Monz...

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

39 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
‘It Ends’: Backrooms Pe...
Olahraga
Hasil Mengejutkan! Tottenha...
Olahraga
Bayern Muenchen Buktikan Ke...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.