Integrasi Pertanian dan Peternakan di Kukar Bantu Warga Lestarikan Hutan
📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 14:14 WIB | Oleh: Tim PenulisSAMARINDA – Penerapan sistem agrosilvopastura yang memadukan sektor pertanian budidaya dan peternakan di kawasan hutan menjadi solusi bagi warga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Strategi integrasi pemanfaatan sumber daya alam ini bertujuan utama memberdayakan masyarakat lokal agar mereka bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan tanpa harus merusak tutupan ekosistem hutan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim, Rusmadi, di Samarinda, Sabtu (04/7).
Salah satu wujud dari upaya pelestarian lingkungan yang terintegrasi pemberdayaan ekonomi tersebut diimplementasikan oleh anggota Lembaga Desa Bila Talang Madeng di wilayah Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Melalui pendampingan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Dinas Kehutanan Kaltim, kelompok masyarakat yang mengelola hutan produksi seluas 646 hektare secara bertahap mulai menggabungkan penanaman komoditas pangan dengan pemeliharaan hewan ternak pada satu kawasan lahan produksi yang sama. Untuk tanaman pangan berupa sayuran serta tanaman bumbu/rempah seperti cabai rawit.
"Metode pembelajaran partisipatif yang kami berikan mencakup demonstrasi praktik langsung di lapangan agar petani benar-benar memahami cara menyeimbangkan produktivitas lahan garapan dengan fungsi ekologi pepohonan," ujar Rusmadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lanjut dia, kombinasi tiga elemen yang mencakup tanaman pertanian, tegakan pohon silvikultur, serta area padang penggembalaan tersebut terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas unsur hara tanah yang mulai kritis.
Rusmadi menjelaskan pendekatan tata kelola ruang terpadu ini juga memainkan peranan penting dalam meminimalisasi risiko kerugian materiil petani akibat serangan hama maupun penyakit tanaman yang kerap melanda sistem pertanian konvensional.
"Penerapan perhutanan sosial dengan skema agrosilvopastura ini merupakan bentuk kolaborasi antara aparat pemerintah dan swadaya masyarakat desa guna memastikan kelangsungan ekosistem hayati," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bekal pengetahuan teknis komprehensif dari pelatihan manajemen pengelolaan kawasan yang telah diberikan Dishut Kaltim tersebut mengubah pola pikir tradisional para penduduk pinggiran hutan menjadi wirausahawan ramah lingkungan yang mandiri
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!