Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Belum Memiliki Bukti Bahwa Iran Menerima Senjata dari Tiongkok

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 23:09 WIB | Oleh:
AS Belum Memiliki Bukti Bahwa Iran Menerima Senjata dari Tiongkok Doc: Istimewa
Ket. Seorang tentara Tiongkok melakukan latihan tembak langsung dengan MANPADS FN-6.

WASHINGTON DC - Perusahaan pertahanan Tiongkok dilaporkan membahas penjualan senjata rahasia dengan Iran, dengan rencana untuk mengirimkan senjata tersebut melalui negara ketiga. Namun, masih belum ada konfirmasi bahwa kesepakatan tersebut telah diselesaikan atau bahwa pengiriman telah dilakukan.

Menurut The New York Times , intelijen AS mengetahui adanya kontak antara perusahaan-perusahaan Tiongkok dan Iran melalui laporan intelijen.

Dari Militarnyi, para pejabat yang mengetahui informasi intelijen tersebut terpecah pendapat mengenai apakah senjata-senjata itu benar-benar dikirim dari Tiongkok ke negara ketiga.

“Amerika Serikat telah mengumpulkan informasi intelijen yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok dan pejabat Iran membahas pengiriman senjata. Masih belum jelas berapa banyak senjata, jika ada, yang dikirim, dan sejauh mana pejabat Tiongkok menyetujui penjualan tersebut,” demikian bunyi laporan itu.

Laporan-laporan tersebut dapat memberikan tekanan tambahan pada Presiden Donald Trump untuk membahas masalah ini selama kunjungannya ke Beijing minggu ini, meskipun masih belum jelas apakah ia berencana untuk melakukannya.

Bulan lalu, CNN melaporkan bahwa Tiongkok mungkin telah mentransfer sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) ke Iran. Meskipun demikian, belum ada laporan yang dikonfirmasi tentang penggunaan senjata buatan China terhadap pasukan AS atau Israel sejak konflik dengan Iran dimulai pada akhir Februari.

Sanksi AS terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok

Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada beberapa operator satelit Tiongkok karena menjual citra satelit ke Iran.

Di antara perusahaan yang ditambahkan ke daftar sanksi adalah Meentropy Technology (Hangzhou) Co. Ltd, yang juga dikenal sebagai MizarVision, yang mengkhususkan diri dalam intelijen geospasial.

Amerika Serikat juga menjatuhkan sanksi kepada Chang Guang Satellite Technology Co., Ltd. (Chang Guang), menuduh perusahaan tersebut menyediakan citra satelit situs militer AS dan sekutu kepada Iran selama Operasi Epic Fury.

Para pejabat AS juga mengatakan bahwa perusahaan tersebut sebelumnya memasok citra satelit kepada pemberontak Houthi di Yaman.

Selain itu, Washington mengumumkan putaran sanksi baru yang menargetkan perusahaan dan individu Tiongkok yang terlibat dalam memasok senjata dan teknologi militer ke Iran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.