Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemda Diminta Kendalikan Harga Pangan

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 00:10 WIB | Oleh:

“Dengan rapat yang setiap minggu, dengan bertahuntahun kita mengalami musim yang sama, musim penghujan, panas, gelombang tinggi, kita harus sudah bisa mengatasi kebiasaan-kebiasaan itu. Kita sudah bisa mengatasi kesulitan-kesulitan kita itu,” tuturnya.

Konsistensi Produksi Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia (UI) Ninasapti Triaswati menilai konsistensi produksi pangan nasional menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas inflasi di tengah ketidakpastian pangan global.

“Pasokan pangan dan produksi khususnya beras sangat mempengaruhi stabilitas. Karena itu konsistensinya perlu dijaga,” kata Ninasapti.

Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi nasional, termasuk dalam menjaga stabilitas harga dan menyerap tenaga kerja.

Pada tahun sebelumnya, sektor ini berkontribusi 1,11 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, komoditas pangan sangat berpengaruh terhadap inflasi karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Oleh sebab itu, menjaga produksi dan pasokan pangan domestik menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan.

Namun kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mencatat deflasi 0,06 persen, dipengaruhi penurunan harga sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Disney Tengah Garap Film “Moana 3”

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Disney Tengah Garap Film �...

25 Dosen UB Perkuat Pembangunan Kawasan Transmigrasi

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
25 Dosen UB Perkuat Pembang...
Luar Negeri
Geliat Ekspor Perikanan Vie...
Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.