KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia, Kapal Riset Maritim Tercanggih Milik TNI AL
📅 Selasa, 12 Mei 2026, 10:05 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Antara TV
JAKARTA - KRI Canopus-936 telah tiba di Indonesia. Kapal ini sandar di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Senin (10/5) setelah mengarungi perjalanan laut dari Jerman selama 57 hari.
Indonesia resmi menambah kekuatan maritimnya dengan kehadiran kapal riset canggih KRI Canopus-936, yang diluncurkan dan diserahterimakan di galangan Abeking & Rasmussen, Bremen, Jerman pada Kamis (12/2).
Canopus-936 memiliki kemampuan utama untuk survei hidro-oseanografi, geofisika, meteorologi, dan terutama untuk mendukung misi Search and Rescue (SAR). Selain itu, kapal ini juga mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter.
“Kapal ini selain berfungsi sebagai survei hidrografi, dia juga melakukan pertolongan bagi kapal selam yang mengalami disable. Kapal ini sudah mempunyai sensor-sensor yang cukup canggih,” jelas Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, saat menyambut kedatangan KRI Canopus-936 di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Senin.
Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi ini menjadi simbol nyata modernisasi pertahanan Indonesia sekaligus tonggak penting kolaborasi strategis Indonesia–Jerman.
Sebaiknya Anda baca juga:
KRI Canopus-936 menghadirkan kemampuan riset kelautan yang sebelumnya belum dimiliki Indonesia. Dengan teknologi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter, menembus palung terdalam samudera.
Kapal ini juga dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk misi pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.
Selain kemampuan riset, kapal sepanjang 105 meter ini dirancang untuk operasi jarak jauh dan mampu berlayar hingga 60 hari nonstop, menjadikannya aset strategis dalam menjaga keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, hingga mendukung strategi pertahanan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan, KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal riset, tetapi pusat integrasi data kelautan nasional yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar.
“KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Indonesia. Kapal ini bukan hanya memperkuat kapasitas TNI AL, tetapi juga membuka era baru kemandirian data kelautan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Jerman dalam proyek ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat menghasilkan inovasi nyata bagi keamanan dan masa depan bangsa,” ujar Abdul Kadir Jailani dikutip dari situs web Kementerian Luar Negeri RI, Februari lalu.
Pembangunan kapal ini berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama erat antara PT Palindo Marine (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen (Jerman). Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal berteknologi tinggi, tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi yang memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional.
Nilai strategis KRI Canopus-936 meliputi:
Penguatan kapasitas dan kesiapan pertahanan TNI AL.
Peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!