Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lindungi UMKM agar Tidak Jadi Korban “Predatory Pricing” di Platform E-Commerce

📅 Senin, 11 Mei 2026, 01:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lindungi UMKM agar Tidak Jadi Korban “Predatory Pricing” di Platform E-Commerce Doc: istimewa

Kompetisi Bisnis - Transformasi Digital jadi Momentum Memperkuat Pelaku Usaha Lokal

JAKARTA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting terhadap perekonomian nasional, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi daerah.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebut 64,2 juta UMKM menyumbang 61 persen PDB nasional.

Namun, di marketplace atau kanal digital loka pasar produk impor masih mendominasi beberapa kategori seperti fesyen, elektronik, dan kebutuhan rumah tangga.

Sebab itu perlindungan terhadap produk mereka di ruang pemasaran digital sangat penting karena berkaitan dengan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Pengamat Ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko menilai perlindungan terhadap produk lokal di marketplace perlu dilakukan secara lebih serius, agar mereka tidak semakin tertekan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.

Saat ini, banyak UMKM lokal menghadapi persoalan berlapis, mulai dari biaya administrasi, ongkos logistik, hingga persaingan harga dengan produk impor yang masuk dalam jumlah besar melalui platform digital.

Pemerintah jelas Aditya perlu hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelindung ekosistem usaha domestik.

Perlakuan yang sama antara produk lokal skala kecil dengan produk impor berbiaya murah justru membuat UMKM Indonesia berada dalam posisi yang tidak seimbang.

“Marketplace memang membuka akses pasar yang luas, tetapi tanpa keberpihakan tertentu, UMKM lokal bisa kalah bersaing dari sisi harga maupun skala produksi,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan produk impor murah di marketplace perlu diatur secara lebih selektif, terutama untuk kategori barang yang sebenarnya sudah mampu diproduksi oleh pelaku usaha dalam negeri.

Ia menilai pemerintah dapat mempertimbangkan skema prioritas algoritma, pengurangan biaya administrasi bagi UMKM lokal, hingga insentif logistik untuk produk domestik agar memiliki daya saing yang lebih baik di pasar digital.

Transformasi digital, seharusnya menjadi momentum memperkuat pelaku usaha lokal, bukan justru membuat mereka tersingkir di rumah sendiri.

“Kalau ekosistem digital hanya dikuasai produk impor murah, maka manfaat ekonomi digital tidak sepenuhnya dirasakan pelaku usaha domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...

Upaya pemulihan ekosistem pesisir selatan

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Upaya pemulihan ekosistem p...
Ekonomi
Kobexindo Perkuat Jajaran P...

Kirab Gamelan Sekaten di Solo

2 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Kirab Gamelan Sekaten di Solo
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.