Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UEFA Ancam Boikot Piala Dunia jika FIFA Tetap Jual Saham ke Swasta

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 06:30 WIB | Oleh:
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia jika FIFA Tetap Jual Saham ke Swasta Doc: istimewa
Ket. Logo UEFA

ZURICH - Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengancam akan memboikot Piala Dunia jika Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) tetap menjual saham turnamen tersebut kepada investor swasta.

"Sebagai hasil dari diskusi hari ini, tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama usulan ini masih ada," tulis pernyataan resmi UEFA, Kamis (30/7).

UEFA menjelaskan mereka siap untuk berhenti memboikot FIFA jika usulan menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta benar-benar dibatalkan.

"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu padu. Kami menolak secara bulat dan tegas usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," tulis pernyataan resmi UEFA, Kamis.

Menurut UEFA, Piala Dunia tidak boleh diperlakukan sebagai produk investasi dan ini adalah salah satu warisan olahraga terbesar dalam sepak bola. 

UEFA menilai warisan ini telah dibangun lintas generasi oleh para pemain, tim nasional, dan pendukung di seluruh benua sehingga tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual.

UEFA menganggap merupakan perbuatan sungguh tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dibenarkan bahwa usulan yang begitu penting bagi sepak bola ini dirancang secara diam-diam dan hampir disetujui tanpa konsultasi yang berarti dengan pihak-pihak yang dipercaya untuk mengelola olahraga ini.

"Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Selamanya akan begitu. Dan selama Eropa masih memiliki suara, ajang ini tidak akan pernah dijual," masih dalam pernyataan resmi UEFA.

Sebelumnya Presiden FIFA Gianni Infantino berencana menjual saham dalam Piala Dunia kepada investor swasta.

Penjualan tersebut melalui sebuah skema yang dapat berujung pada pembentukan perusahaan untuk mengelola turnamen putra dan putri paling bergengsi milik FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Dunia Pendidikan Dibuat Susah Kabut Asap

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dunia Pendidikan Dibuat Sus...

Era Digital Makin Meninggalkan Etika Jurnalistik?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Era Digital Makin Meninggal...
Daerah
Bansos agar Tepat Sasaran P...
Olahraga
Belum Pernah Mendapat 3 Poi...

Persija Jakarta Menang Terus, Mau Tahu Rahasianya?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persija Jakarta Menang Teru...

Kota Global Sangat Memerlukan Riset dan Inovasi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kota Global Sangat Memerluk...

Layanan Perpajakan Harus Dipermudah dan Transparan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Layanan Perpajakan Harus Di...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.