Lindungi UMKM agar Tidak Jadi Korban “Predatory Pricing” di Platform E-Commerce
📅 Senin, 11 Mei 2026, 01:50 WIB | Oleh: Tim RedaksiMaka keberpihakan kebijakan menjadi penting agar UMKM lokal tetap tumbuh dan berkelanjutan,” katanya.
Gempuran Impor
Pada kesempatan terpisah, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan persaingan produk UMKM lokal di platform e-commerce dinilai makin berat di tengah gempuran produk impor dan brand besar.
Sebab itu, perlindungan UMKM di marketplace tidak cukup dengan imbauan, tetapi harus ada kebijakan konkret dan roadmap pengembangan jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa langkah strategis yang harus dilakukan kata Esther seperti pemberian subsidi untuk produk UMKM.
Mulai dari subsidi biaya pengiriman barang agar harga produk UMKM tidak kalah bersaing dengan produk impor yang dapat insentif logistik.
Selain itu, UMKM harus diberi alokasi ruang khusus di platform e-commerce.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setiap marketplace wajib menyediakan minimal 20 persen dari total listing atau ruang promosi untuk produk UMKM.
Tujuannya agar produk lokal tidak tenggelam oleh produk pabrikan besar.
Di sisi usahanya sendiri, perlu diberi fasilitas pelatihan standarisasi dan manajemen.
Banyak UMKM terkendala kualitas, packaging hingga pencatatan keuangan.
Pelatihan terstruktur diperlukan agar UMKM naik kelas dan memenuhi standar pasar digital.
Insentif lainnya berupa perluasan akses pemasaran lewat pameran dan kegiatan luring.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!