Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inilah Arti Nama Dukono, Salah Satu Gunung Api Paling Aktif di Indonesia

📅 Senin, 11 Mei 2026, 14:45 WIB | Oleh:
Inilah Arti Nama Dukono, Salah Satu Gunung Api Paling Aktif di Indonesia Doc: Dokumentasi Twitter @PVMBG_

JAKARTA - Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali menjadi sorotan setelah rentetan erupsi beberapa waktu terakhir. Di balik rekam jejak letusannya yang panjang, nama Gunung Dukono ternyata menyimpan sejarah dan cerita budaya masyarakat setempat.

Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia hingga sekarang. Hampir setiap hari, gunung tersebut memuntahkan abu vulkanik dari kawah aktifnya ke udara.

Di kalangan masyarakat Halmahera Utara, nama Dukono dipercaya berasal dari bahasa lokal masyarakat adat setempat. Nama tersebut berkaitan dengan kondisi gunung yang sejak dahulu terus mengeluarkan asap dari kawahnya.

Dalam cerita turun-temurun warga sekitar, Gunung Dukono digambarkan sebagai gunung yang terus “bernapas” sepanjang waktu. Karena itulah masyarakat adat kemudian memberi nama yang identik dengan aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Sejumlah sumber budaya lokal juga menyebut nama Dukono merujuk pada gunung tua yang disegani masyarakat sekitar. Aktivitas erupsi yang berlangsung sejak ratusan tahun lalu membuat gunung ini dianggap sakral oleh sebagian warga.

Mengutip data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut. Gunung ini termasuk gunung api bertipe strato dengan aktivitas vulkanik sangat tinggi.

Catatan sejarah menunjukkan Gunung Dukono telah mengalami banyak letusan besar sejak masa lampau. Aktivitas vulkaniknya bahkan disebut hampir tidak pernah benar-benar berhenti sejak erupsi besar tahun 1933.

Dalam sejarah masyarakat Halmahera, Gunung Dukono memiliki hubungan erat dengan kehidupan warga sekitar kawasan gunung. Abu vulkanik dari letusan gunung dipercaya membantu menyuburkan lahan pertanian masyarakat setempat.

Meski demikian, aktivitas vulkanik tersebut juga membawa ancaman bagi permukiman dan aktivitas warga sekitar gunung. Karena itu, masyarakat setempat hidup berdampingan dengan risiko bencana sejak generasi terdahulu.

Selain dikenal aktif, Gunung Dukono juga menjadi salah satu destinasi favorit pendaki dan peneliti vulkanologi Indonesia. Pemandangan kawah aktif yang terus mengeluarkan asap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Hingga kini, kisah asal usul nama Gunung Dukono masih terus diwariskan masyarakat adat Halmahera Utara. Cerita tersebut menjadi bagian penting kekayaan budaya yang hidup berdampingan dengan alam vulkanik Maluku Utara. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
KADIN Ungkap Teknologi Buka...

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Ekonomi
Pos Indonesia Disebut Gagal...
Nasional
Menekraf Ingin Tenun jadi K...
Olahraga
Xavi Hernandez Resmi Jadi P...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.