Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenkop Desak Koperasi NTT Tinggalkan Pola Lama, Masuk ke Sektor Produksi

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenkop Desak Koperasi NTT Tinggalkan Pola Lama, Masuk ke Sektor Produksi Doc: Antara.
Ket. Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah saat menghadiri sesi diskusi bersama Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Talenta Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Kupang, NTT, Sabtu (9/5).

KUPANG – Penguatan peran koperasi menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah usaha bersama, tetapi juga mampu memperluas akses pembiayaan, memperkuat daya tawar pelaku UMKM, serta menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Di tengah tantangan ketimpangan ekonomi dan lemahnya akses pasar, koperasi yang dikelola profesional berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah dari tekanan eksternal.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong koperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertransformasi dari layanan simpan pinjam konsumtif ke sektor produksi dan industri guna memperkuat peran dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri sesi diskusi bersama Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Talenta Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) beserta jajaran pengurus dan anggota di Kupang, NTT, Sabtu (9/5).

“Kami di Kemenkop bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi sedang mendorong agar koperasi-koperasi ke depan harus lebih fokus dalam sektor-sektor produksi, sektor-sektor industri,” katanya dalam keterangannya dikutip di Kupang, Minggu (10/5).

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi saat ini sedang mendorong koperasi simpan pinjam juga agar bisa transformasi. Artinya dari yang koperasi simpan pinjam melayani konsumtif didorong untuk sektor produksi.

Di samping itu, pada momentum saat ini, Presiden Prabowo ingin memastikan penggerak koperasi dan pemerintah bersama-sama mengembalikan koperasi sebagai soko guru ekonomi.

“Saya kira ini adalah momentum yang luar biasa, dan kita berharap seluruh lokasi koperasi yang ada di NTT menyambut momentum ini untuk menuju kebangkitan terutama pertumbuhan ekonomi di 8 persen. Kita sangat berharap pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 8 persen ini, koperasi-koperasi tidak hanya sebagai objek dan tidak hanya sebagai penonton. Kita harus ambil peran dalam rangka ikut menumbuhkan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat NTT yang sebagian besar aktif berkoperasi, khususnya anggota KSU Talenta GMIT, yang tercermin dari total aset koperasi mencapai Rp80 miliar dan jumlah anggota sebanyak 13 ribu.

Karena itu, Wamenkop berharap KSU Talenta GMIT dapat terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi kemajuan Provinsi NTT.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kekuatan utama. Artinya, koperasi ini mampu memberikan kepercayaan kepada anggotanya untuk lebih sejahtera.

“Sebanyak 13.000 anggota dari koperasi talenta merupakan kekuatan utama. Saya selalu menyampaikan bahwa membangun, mendirikan itu lebih mudah. Tetapi menjaga kepercayaannya itu jauh lebih sulit,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, tadi disampaikan bahwa pernah terjadi masa krisis, baik pada saat Covid maupun waktu krisis moneter 1998. Namun, koperasi talenta mampu menjaga dan bangkit kembali, sehingga mendapatkan kepercayaan dari para anggotanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Bangunan Sekolah Dasar di K...
Megapolitan
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Be...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.