Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Traveler Wajib Cek Jadwal: Maskapai Low-Cost Korsel Mulai Pangkas Rute Perjalanan

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 20:19 WIB | Oleh:
Traveler Wajib Cek Jadwal: Maskapai Low-Cost Korsel Mulai Pangkas Rute Perjalanan Doc: Getty Images

SEOUL - Maskapai berbiaya rendah Korea Selatan memangkas 900 penerbangan pulang pergi serta menerapkan cuti tanpa gaji dan langkah darurat lain akibat kenaikan harga bahan bakar yang dipicu konflik di Timur Tengah, kata para pejabat industri, Minggu (10/5).

Pemangkasan penerbangan terjadi karena harga bahan bakar jet melonjak setelah konflik AS-Iran. Beberapa maskapai penerbangan belum menyelesaikan jadwal mereka di Juni, sehingga jumlah pengurangan penerbangan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut, menurut para pejabat.

Jeju Air Co., maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Korea Selatan, memutuskan untuk memangkas 187 penerbangan internasional pulang pergi.

Pemangkasan itu setara dengan empat persen dari total operasinya pada rute dari Incheon, sebelah barat Seoul, ke Bangkok, Singapura, dan kota-kota Vietnam, Da Nang dan Phu Quoc, selama Mei dan Juni. Sejak akhir April, maskapai itu juga telah menangguhkan rute Vientiane selama dua bulan.

Sementara itu, Jin Air Co. memangkas 176 penerbangan pulang pergi ke berbagai tujuan, termasuk Guam dan Phu Quoc, hingga akhir bulan ini. Pengurangan lebih lanjut diperkirakan akan terjadi setelah jadwal Juni mereka diselesaikan.

Di antara maskapai penerbangan layanan penuh, Asiana Airlines Inc. telah memangkas 27 penerbangan pulang pergi di enam rute, termasuk Phnom Penh dan Istanbul, hingga Juli menyusul pecahnya konflik di Timur Tengah.

Kemudian, Korean Air Co., maskapai penerbangan terbesar Korea Selatan, belum menyesuaikan operasi penerbangannya, tetapi menyatakan sedang memantau situasi dengan cermat di bawah sistem manajemen darurat.

"Permintaan perjalanan untuk rute jarak menengah dan jauh telah melemah karena meningkatnya beban biaya tambahan bahan bakar," kata seorang pejabat maskapai.

Pejabat industri lainnya mengatakan beberapa rute Asia Tenggara sekarang membutuhkan pemberhentian pengisian bahan bakar tambahan, dan harga bahan bakar yang lebih tinggi telah meningkatkan biaya pengisian bahan bakar tambahan tersebut secara tajam.

Harga bahan bakar jet telah melonjak 2,5 kali lipat sejak pecahnya perang.

Harga rata-rata bahan bakar jet Singapura, yang digunakan sebagai patokan untuk biaya tambahan bahan bakar, berada di 214,71 dolar AS (Rp3,7 juta) per barel dari 16 Maret hingga 15 April, naik 150 persen dari dua bulan sebelumnya.

Di tengah memburuknya kondisi bisnis, Korean Air, Asiana Airlines, Jin Air, T'way Air Co., dan maskapai penerbangan lainnya telah menerapkan langkah-langkah manajemen darurat.

T'way Air dan Jeju Air telah memperkenalkan program cuti tanpa gaji, sementara Jin Air telah menunda pembayaran insentif keselamatan kepada karyawan.

Maskapai penerbangan mencatatkan pendapatan yang solid pada kuartal pertama, tetapi banyak di antaranya diperkirakan akan mengalami kerugian pada kuartal kedua karena dampak konflik terasa melalui kenaikan harga minyak, penurunan permintaan perjalanan, dan melemahnya won Korea, menurut para analis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...
Rona
Pameran seni rupa karya sen...
Megapolitan
Pendaftaran Kartu Layanan G...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Megapolitan
Pemprov DKI hentikan sistem...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.