Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meksiko Pangkas Tahun Ajaran Demi Piala Dunia 2026, Kebijakan Tuai Protes

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 00:30 WIB | Oleh:
Meksiko Pangkas Tahun Ajaran Demi Piala Dunia 2026, Kebijakan Tuai Protes Doc: AFP
Ket. Ilustrasi stadion Piala Dunia 2026.

MEXICO CITY, MEKSIKO - Pemerintah Meksiko berencana mengakhiri tahun ajaran sekolah lebih dari sebulan lebih awal menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Kebijakan tersebut langsung memicu gelombang kritik dari kalangan orang tua, pengamat pendidikan, hingga pelaku usaha.

Menteri Pendidikan Meksiko Mario Delgado pada hari Sabtu (9/5) mengatakan keputusan mempercepat akhir tahun ajaran selama 40 hari diambil salah satunya karena gelombang panas yang melanda sejumlah wilayah.

“Kami akan mengakhiri tahun ajaran pada 5 Juni karena banyak negara bagian sudah mengalami suhu tinggi, dan juga karena adanya Piala Dunia,” kata Delgado dalam sebuah acara di negara bagian Sonora, Meksiko utara.

Meski demikian, Delgado menyebut pemerintah tengah mempertimbangkan untuk memajukan awal tahun ajaran berikutnya yang saat ini dijadwalkan dimulai pada 31 Agustus.

Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada akan dimulai pada 11 Juni. Timnas Meksiko dijadwalkan menghadapi South Africa national football team pada laga pembuka di Mexico City.

Namun, ketika Delgado pertama kali mengumumkan rencana tersebut pada Kamis, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan keputusan itu masih sebatas usulan.

“Belum ada kalender resmi yang ditetapkan,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya.

“Yang penting anak-anak juga tidak kehilangan waktu belajar.”

Rencana tersebut membuat banyak orang tua terkejut. Mereka khawatir harus menanggung biaya tambahan untuk penitipan anak selama libur musim panas yang bisa bertambah hingga tiga bulan.

Lembaga kajian kebijakan publik Mexico Evalua memperingatkan kebijakan itu dapat memperburuk kualitas pendidikan yang sudah menghadapi berbagai tantangan.

“Percepatan akhir tahun ajaran akan memengaruhi lebih dari 23,4 juta siswa dengan semakin mengurangi waktu belajar, di tengah ketertinggalan pendidikan dan meningkatnya ketimpangan,” tulis lembaga tersebut.

Asosiasi bisnis Coparmex juga menyebut keputusan pemerintah terlalu tergesa-gesa dan berpotensi mengganggu jadwal keluarga serta berdampak terhadap produktivitas kerja.

Penolakan bahkan datang dari pemerintah negara bagian Jalisco di Meksiko barat yang dipimpin kelompok oposisi terhadap Sheinbaum. Pemerintah daerah setempat menyatakan tidak akan mengikuti kebijakan pusat dan tetap mempertahankan jadwal sekolah hingga 30 Juni seperti rencana awal.

Kegiatan belajar-mengajar hanya akan dihentikan selama empat hari saat kota Guadalajara menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia, guna memenuhi kebutuhan logistik penyelenggaraan turnamen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Waoww.. KKP Miliki Program ...

Ada yang Tahu Pepelingasih?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ada yang Tahu Pepelingasih?

Festival Pantai Panjang Disemarahkan 200 UMKM

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Festival Pantai Panjang Dis...

Bank Emas Memiliki Nilai Strategis

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bank Emas Memiliki Nilai St...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp55.150 ...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.