Liga Pegadaian, Gagal Mengeksekusi Penalti Buat PSS, Tocantins Pemain Terbaik
📅 Minggu, 10 Mei 2026, 07:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SLEMAN – Sebagai penembak terakhir dalam adu penalte karena setelah perpanjangan waktu posisi tetap 2-2, pemain PSS Sleman Tocantins menjadi pemain terbaik Liga Pegadaian.
Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia Pegadaian Championship 2025/2026 resmi usai. Liga ditutup final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu, yang dimenangkan Garudayaksa FC.
Di final, tim asuhan pelatih Widodo Cahyono Putro ini mengalahkan PSS Sleman melalui babak adu penalti 4-3. Kedua tim tim terpaksa mengakhiri laga di babak ini setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal dan tambahan waktu.
Bersama Garudayaksa dan PSS, tim terakhir yang memastikan tiket promosi ke Super League adalah Adhyaksa FC Banten, yang memenangkan babak play-off menghadapi Persipura Jayapura satu hari sebelumnya.
Usai laga final, I.League sebagai operator kompetisi tak hanya menyerahkan trofi juara, namun juga penghargaan untuk individu dan tim yang memang tampil istimewa sepanjang musim ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penghargaan yang diberikan adalah pemain terbaik, pemain muda terbaik, pelatih terbaik, pencetak gol terbanyak, dan tim fair play.
Pemain terbaik musim ini jatuh kepada Gustavo Tocantins, striker PSS Sleman. Pemain asal Brasil ini tak bisa dipungkiri adalah mesin penggerak utama di balik kesuksesan PSS musim ini.
Tak hanya soal kontribusi golnya yang luar biasa yakni 24 gol dan 10 assists, tapi Tocantins juga merupakan pemimpin yang vokal dan memiliki mentalitas pantang menyerah yang kerap menjadi penentu di momen-momen krusial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fleksibilitas taktikalnya yang rajin turun menjemput bola dan membuka ruang berfungsi selayaknya roda gigi yang menghidupkan dinamika serangan secara keseluruhan.
Penghargaan pemain muda terbaik jatuh kepada pemain FC Bekasi City Ikram Al Giffari. Di usianya yang masih sangat muda, Ikram menampilkan kematangan emosional dan ketenangan luar biasa yang biasanya hanya dimiliki oleh penjaga gawang veteran.
Di musim ini, mantan penggawa timnas U20 Indonesia ini berhasil menyelamatkan 85 persen dari 98 tendangan tepat sasaran yang ia hadapi. Tak hanya itu, ia juga mengoleksi tujuh catatan clean sheet dari 20 pertandingan yang ia mainkan.
Catatannya ini membantu timnya menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua di Grup A dengan hanya kemasukan 27 gol.
Penghargaan berikutnya datang untuk pelatih terbaik, yang diberikan kepada juru taktik Adhyaksa Ade Suhendra. Di bawah asuhan Ade, Adhyaksa musim ini tampil begitu konsisten dengan performa yang meyakinkan meski di awal musim tak banyak dijagokan. Puncaknya, mereka menyegel satu tiket tersisa promosi dari tim yang difavoritkan, Persipura Jayapura.
Gelar top skor musim ini diraih oleh penyerang Adhyaksa Adilson Silva yang mencetak hampir 40 persen dari keseluruhan gol Adhyaksa musim ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!