KTT ke-48 ASEAN Ditutup dengan Seruan Persatuan di Tengah Ketidakpastian Global
📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 10:56 WIB | Oleh: Lili LestariDalam pertemuan bilateral, Marcos dan Perdana Menteri Vietnam Lê Minh Hưng sepakat untuk membentuk "mekanisme perdagangan beras jangka panjang," yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan beras antara Filipina dan Vietnam di tengah kekhawatiran akan gangguan pangan global.
Pada KTT Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina - Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur (BIMP-EAGA), para pemimpin mengadopsi Visi BIMP-EAGA 2035 yang berfokus pada konektivitas, ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
“Visi ini bukan sekadar peta jalan untuk integrasi ekonomi, tetapi juga janji kepada rakyat kita bahwa pembangunan akan bermakna, berkelanjutan, dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari mereka,” kata Marcos.
Pada Jumat malam, ketika para pemimpin berkumpul untuk makan malam gala yang menutup KTT tersebut, Marcos merenungkan bagaimana ASEAN sekali lagi diuji oleh peristiwa-peristiwa di luar kendali kawasan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kekuatan ASEAN tidak pernah bergantung pada ketiadaan kesulitan,” katanya. “Kekuatan itu tumbuh dari kesediaan kita untuk menghadapi kesulitan.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!