Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tragedi Erupsi Gunung Dukono: 3 Tewas, Tim Gabungan Evakuasi 20 Pendaki yang Terjebak

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 15:25 WIB | Oleh:
Tragedi Erupsi Gunung Dukono: 3 Tewas, Tim Gabungan Evakuasi 20 Pendaki yang Terjebak Doc: ANTARA
Ket. Letusan Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, dilaporkan menewaskan tiga orang pendaki pada Jumat. Dua korban tewas disebut merupakan warga negara asing yang berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi.

JAKARTA - Letusan Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, dilaporkan menewaskan tiga orang pendaki pada Jumat. Dua korban tewas disebut merupakan warga negara asing yang berada di kawasan gunung saat erupsi terjadi.

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan media lokal yang menyebut proses evakuasi masih terus berlangsung hingga Jumat siang. Aparat gabungan kini berupaya mengevakuasi pendaki lain yang masih berada di sekitar area gunung.

Pejabat kepolisian setempat, Erlichson Pasaribu, mengatakan total korban meninggal dunia sementara mencapai tiga orang. Aparat juga masih mendata identitas para korban, termasuk dua warga asing yang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

"Tiga orang tewas," kata Erlichson Pasaribu kepada media lokal.

Ia juga mengungkapkan masih ada sekitar 20 pendaki yang hingga kini dilaporkan terjebak di sekitar kawasan gunung pascaerupsi. Tim penyelamat telah diterjunkan untuk mengevakuasi para pendaki yang masih berada di lokasi berbahaya.

Menurut laporan awal, letusan terjadi sekitar pukul 07.41 waktu setempat. Erupsi tersebut memuntahkan abu vulkanik dan awan asap tebal hingga mencapai sekitar 10 kilometer ke udara.

Kolom abu yang sangat tinggi membuat jarak pandang di sekitar gunung menurun drastis. Kondisi itu juga menyulitkan proses pencarian dan penyelamatan yang dilakukan petugas di lapangan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyatakan pihaknya menerima laporan mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut. Lembaga itu juga terus berkoordinasi dengan otoritas daerah untuk mempercepat proses penanganan darurat.

"Terdapat laporan mengenai dua wisatawan yang diduga tewas dalam sebuah insiden di daerah Gunung Dukono," kata BNPB.

Hingga saat ini, otoritas belum merinci kewarganegaraan dua korban asing tersebut. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga masih fokus melakukan pencarian terhadap pendaki lain yang belum berhasil dievakuasi.

Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Aktivitas vulkanik di gunung tersebut kerap terjadi dan sering mengeluarkan abu vulkanik dalam intensitas tinggi.

Meski begitu, kawasan sekitar Gunung Dukono masih kerap dikunjungi wisatawan dan pendaki. Otoritas setempat kini mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk tidak mendekati zona berbahaya hingga situasi dinyatakan aman.

Indonesia sendiri berada di wilayah Cincin Api Pasifik yang memiliki aktivitas seismik dan vulkanik tinggi. Kondisi geografis tersebut membuat negara ini memiliki ratusan gunung api aktif yang berpotensi mengalami erupsi sewaktu-waktu.

Perkembangan terbaru terkait jumlah korban dan proses evakuasi masih terus dipantau. Pemerintah daerah diminta memastikan keselamatan tim penyelamat dan masyarakat di sekitar kawasan terdampak erupsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Rona
Dari yang Paling Horor Hing...
Ekonomi
Produk UMKM Lebak Makin Lar...
Rona
12 Film Horor dengan Pengga...
Megapolitan
Cuaca Jakarta Hari Minggu I...
Olahraga
Inter Milan Pesta Gol! Monz...

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
‘It Ends’: Backrooms Pe...
Olahraga
Hasil Mengejutkan! Tottenha...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.