Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Permintaan Tinggi, Kepiting Mimika Raup Pasar Malaysia–Singapura

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Permintaan Tinggi, Kepiting Mimika Raup Pasar Malaysia–Singapura Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Budidaya kepiting.

TIMIKA – Ekspor kepiting menjadi salah satu komoditas perikanan bernilai tinggi yang berkontribusi signifikan terhadap devisa negara, terutama dari permintaan pasar utama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Asia lainnya.

Tingginya nilai tambah produk ini mencerminkan kekuatan Indonesia sebagai negara maritim dengan kekayaan biodiversitas laut yang melimpah.

Namun, kinerja ekspor kepiting sangat dipengaruhi oleh faktor keberlanjutan stok, praktik penangkapan yang ramah lingkungan, serta kepatuhan terhadap standar kualitas dan sanitasi internasional.

Di sisi lain, tantangan utama masih terletak pada penguatan rantai dingin (cold chain), keterbatasan budidaya berkelanjutan, serta risiko eksploitasi berlebihan di alam.

Oleh karena itu, peningkatan ekspor kepiting tidak hanya bergantung pada volume produksi, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah melalui pengolahan produk agar daya saing di pasar global semakin kuat.

Kantor Bea Cukai (BC) mencatat ekspor kepiting bakau (karaka) dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah ke Malaysia dan Singapura selama 2026 mencapai 16,9 ton.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Timika Yudi Amrullah di Timika, Jumat (8/5), mengatakan jumlah itu terhitung sejak Januari hingga Mei 2026.

“Tahun ini kalau ke Singapura sudah 7,7 ton sementara ke Malaysia itu sudah 9,19 ton. Jadi total secara keseluruhan karaka yang dikirim sebanyak 16,9 ton karaka,” ujarnya.

Yudi mengatakan proses pengiriman dilakukan melalui jalur udara dari Mimika menuju Jakarta dan selanjutnya dibawa ke negara tujuan.

“Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) di kami cuma barangnya transit. Pengirimannya dari Timika melalui moda transportasi udara dan semuanya transit di Jakarta,” ujarnya.

Ia menyebut ada dua perusahaan di Mimika yang rutin melakukan pengiriman kepiting ke luar negeri yakni PT Nurdiana Jaya dan CV Hoki Laut Perkasa.

“ Jumlah pengiriman tidak tentu karena memang ini hasil perikanan dari tangkapan bukan budidaya,” ujarnya.

Ia menyebut sejauh ini hasil perikanan Mimika yang di ekspor ke luar negeri hanya kepiting bakau.

“Kalau udang belum ada karena PEB nya tidak lewat kami jadi saya kurang tau, yang langsung ke kami itu Karaka. Di tahun 2025 kemarin itu ada ikan makerel dan itu satu kali pengiriman ke Malaysia dan Singapura. Kalau tahun ini belum ada,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pemkot Bandung Matangkan Model Bisnis Angkot Pintar

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Matangkan Mo...
Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.