Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Terancam Kerusakan Tata Ruang Bogor

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Terancam Kerusakan Tata Ruang Bogor Doc: ANTARA/Ricky Prayoga

JAKARTA – Jakarta, Bekasi, dan Karawang terancam serius akan kerusakan tata ruang di Bogor. “Kerusakan tersebut kini telah menjadi ancaman serius bagi kawasan hilir, termasuk Jakarta, Bekasi, hingga Karawang,” tandas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi menegaskan bahwa perubahan fungsi lahan masif di kawasan resapan air dan perbukitan Bogor adalah pemicu utama meningkatnya frekuensi bencana banjir serta longsor yang dampaknya merembet melampaui batas administratif kabupaten tersebut. “Bogor bukan hanya untuk masyarakat Bogor. Bogor menjaga Bekasi, Karawang, hingga Jakarta,” kata Dedi Mulyadi di Bandung, Rabu.

Dia menyoroti secara khusus kawasan Sukamakmur yang kini mengalami alih fungsi lahan perbukitan menjadi permukiman.

Menurutnya, hilangnya fungsi resapan air akibat kebijakan tata ruang terdahulu, telah menyebabkan aliran sungai meluap hingga ke daerah bawah setiap kali hujan deras mengguyur.

“Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Banyak banjir dan longsor itu disebabkan perubahan tata ruang,” ujarnya. Dedi menjelaskan bahwa lahan hijau yang seharusnya menjadi benteng penahan bencana kini banyak hilang.

Sebagai solusi, dia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk melakukan audit dan mengembalikan fungsi tata ruang guna memulihkan keseimbangan lingkungan di wilayah penyangga ibu kota tersebut. Langkah ini, diambil untuk melindungi kawasan aglomerasi yang lebih luas dari ancaman bencana berulang yang terus mengintai akibat eksploitasi ruang yang abai terhadap keselamatan.

“Kami berusaha mengembalikan tata ruang Bogor agar gunung, aliran sungai, dan danau tetap terjaga, sehingga bencana tidak datang setiap waktu,” katanya. Dedi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menghentikan eksploitasi alam di Bogor demi keselamatan jutaan warga di kawasan hilir.

“Kalau ingin Bogor, Bekasi, Karawang dan Jakarta terbebas dari bencana, mari jaga Bogor agar tidak hanya menjadi pusat eksploitasi, tetapi tetap mempertahankan keasrian alamnya,” tutur Dedi. ν Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.