Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wagub Rano akan Berkantor di Kota Tua Selama Revitalisasi Kawasan

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 09:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wagub Rano akan Berkantor di Kota Tua Selama Revitalisasi Kawasan Doc: ANTARA
Ket. Pengunjung bersepeda di kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (1/1/2026).

JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno disebut akan berkantor di kawasan Kota Tua, Jakarta, selama berlangsungnya pekerjaan revitalisasi di kawasan tersebut, yang diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

"Kami akan revitalisasi (Kota Tua). Harapannya, benchmark-nya ke Kota Lama Semarang. Rencananya, Wagub akan bekerja di sana dan membangun Kota Tua lebih baik lagi," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Denny Aputra di Jakarta, Rabu (6/5).

Kawasan Kota Tua yang memiliki luas sekitar 334 hektare itu bukan kali pertama direvitalisasi. Revitalisasi pertama dilakukan pada 1971-1977, yang meliputi Taman Fatahillah, Kali Besar, Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik, Gedung Museum Sejarah Jakarta, Museum Bahari dan gugus Pulau Onrust.

Kemudian, revitalisasi kedua dilakukan pada 2004-2006, yang mencakup peresmian Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia.

Revitalisasi ketiga berlangsung pada 2013, menyasar Gedung Kantor Pos Fatahillah dan beberapa gedung milik BUMN. Lalu, pada 2016-2018, revitalisasi meliputi Lokbin Taman Kota Intan dan Kali Besar sisi selatan.

Selanjutnya, revitalisasi kelima dilakukan pada 2022, yang mencakup Stasiun Beos dan penataan parkir park and ride.

Sebelumnya, Rano mengungkapkan tujuannya berkantor di Kota Tua, yaitu untuk mengawasi secara langsung proses revitalisasi kawasan tersebut. Ia pun mengaku sudah membentuk kelompok kerja (Pokja) sebagai sarana untuk berkoordinasi agar revitalisasi berjalan dengan baik.

Dalam proses revitalisasi tersebut, Kota Tua akan dibagi menjadi tiga zona, yakni zona inti, zona pengembangan dan zona penunjang.

Rano menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengutamakan pembangunan area parkir dan pedagang kaki lima (PKL) dalam proses revitalisasi Kota Tua.

Revitalisasi Kota Tua itu diproyeksikan sebagai tempat wisata bagi kalangan masyarakat menengah, yang dapat memanfaatkan akses transportasi menggunakan KRL atau MRT.

Di sisi lain, Rano menyebutkan revitalisasi itu juga menjadi upaya mengembalikan identitas Jakarta sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Tradisi pembuatan nasi jangkrik di Kudus

12 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan nasi jang...

Tambahan stok beras di Sumut

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Tambahan stok beras di Sumut

Ruang publik Alun-alun Kabupaten Bogor

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Ruang publik Alun-alun Kabu...
Ekonomi
Piala Dunia 2026 Dongkrak O...

Lima Kandidat Utama Juara Tunggal Putri Wimbledon 2026

37 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lima Kandidat Utama Juara T...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.