Pemkab Kepulauan Seribu Gelar Pelatihan Selam di Pulau Pramuka
📅 Kamis, 07 Mei 2026, 16:33 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bekerja sama dengan Scuba Schools International (SSI) menggelar pelatihan selam bagi pemula secara gratis di perairan Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, sebagai upaya membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.
“Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari enam kelurahan di wilayah Kepulauan Seribu,” kata Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai teknik penyelaman yang aman sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu (10/5) diikuti puluhan peserta yang terdiri dari Kelompok DPL-BM, pegiat konservasi, hingga para pemuda yang sedang mencari peluang kerja.
Peserta mendapatkan materi teori mengenai teknik dasar penyelaman, penggunaan peralatan, hingga prosedur keselamatan. Setelah itu, peserta melakukan praktik menyelam menggunakan peralatan selam di perairan Pulau Pramuka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Gama, peserta yang dinyatakan lulus pada tes kompetensi di akhir pelatihan akan memperoleh sertifikasi Basic Diving dari SSI.
“Sertifikat ini dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat yang ingin terlibat di sektor wisata bahari maupun kegiatan konservasi laut,” kata dia.
Dirinya berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan lebih banyak penyelam lokal yang profesional, sekaligus mendukung pengembangan wisata bahari dan pelestarian ekosistem laut di Kepulauan Seribu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi menciptakan masyarakat pesisir yang lebih terampil, mandiri, dan siap bersaing di sektor ekonomi kelautan yang terus berkembang,” kata dia.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang Jamaluddin mengatakan masyarakat sudah akrab dengan kehidupan laut tapi aktivitas menyelam tetap membutuhkan keterampilan khusus serta lisensi resmi demi menjamin keselamatan.
Ia menilai tidak semua orang yang terbiasa di laut otomatis bisa menyelam dengan aman. "Dibutuhkan pengetahuan, teknik, dan sertifikasi agar aktivitas bawah laut dapat dilakukan sesuai standar keselamatan,” katanya.
Jamaluddin berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak warga memiliki kemampuan dan sertifikasi menyelam yang diakui secara resmi.
“Ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, dengan keterampilan menyelam dapat membuka peluang kerja di sektor wisata, konservasi, maupun kegiatan kelautan lainnya,” tuturnya.
Peserta asal Pulau Panggang Sopian (27), mengatakan pelatihan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi dirinya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!