Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APBN 2026 Defisit Rp240,1 Triliun per Maret, Pendapatan Rp574,9 T dan Belanja Tembus Rp815 T

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
APBN 2026 Defisit Rp240,1 Triliun per Maret, Pendapatan Rp574,9 T dan Belanja Tembus Rp815 T Doc: Koran Jakarta/Wahyu AP
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5).

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.

“Defisit mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5).

Secara rinci, realisasi pendapatan negara setara dengan 18,2 persen dari target APBN dengan pertumbuhan 10,5 persen (year-on-year/yoy).

Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp462,7 triliun (17,2 persen APBN) atau tumbuh 14,2 persen (yoy). Jumlah tersebut terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun (16,7 persen APBN) atau tumbuh 20,7 persen (yoy) serta penerimaan kepabeanan dan cukai Rp67,9 triliun (20,2 persen APBN) atau terkontraksi 12,6 persen (yoy).

Purbaya mengatakan, kinerja penerimaan pajak maupun kepabeanan dan cukai terus membaik. Kemenkeu pun akan terus memacu penerimaan dari dua pos pendapatan itu ke depannya.

Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terhimpun sebesar Rp112,1 triliun atau 24,4 persen APBN. Kemenkeu mencatat kinerja PNBP tetap berkontribusi dengan baik terhadap struktur pendapatan negara meski mengalami normalisasi dibandingkan tahun lalu.

Di sisi lain, serapan belanja negara per 31 Maret 2026 setara dengan 21,2 persen APBN dengan pertumbuhan 31,4 persen (yoy).

“Ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 1,4 persen (yoy). Ini yang saya sebut pemerataan belanja sepanjang tahun,” ujar Menkeu.

Belanja pemerintah pusat (BPP) terealisasi sebesar Rp610,3 triliun (19,4 persen APBN) atau tumbuh 47,7 persen (yoy).

Rinciannya, belanja kementerian/lembaga (K/L) tercatat sebanyak Rp281,2 triliun (18,6 persen APBN) dengan pertumbuhan 43,3 persen (yoy), sedangkan belanja non-K/L sebesar Rp329,1 triliun (20,1 persen APBN) atau tumbuh 51,5 persen (yoy).

Adapun realisasi transfer ke daerah (TKD) tercatat sebesar Rp204,8 triliun (29,5 persen APBN) atau terkontraksi sebesar 1,1 persen (yoy).

Dengan kinerja itu, keseimbangan primer juga mengalami defisit pada posisi Rp95,8 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Villarreal Naik ke Posisi 1...

Udara Tidak Sehat Selimuti Samarinda

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Udara Tidak Sehat Selimuti ...

Sejumlah SPBU di Bali Dipadati Antrean Kendaraan

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Sejumlah SPBU di Bali Dipad...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.