WHO: Tiga Orang Meninggal di Kapal Pesiar Akibat Terinfeksi Hantavirus Saat Berlayar di Samudra Atlantik
📅 Senin, 04 Mei 2026, 08:55 WIB | Oleh: Tim PenulisPRAIA - Tiga orang meninggal di kapal pesiar di Samudra Atlantik, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Minggu (3/5), satu di antaranya dipastikan terinfeksi hantavirus, penyakit yang biasanya ditularkan ke manusia dari hewan pengerat.
Wabah tersebut terjadi di kapal MV Hondius, yang berlayar dari Ushuaia di Argentina ke Tanjung Verde.
"Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi melalui laboratorium, dan ada lima kasus tambahan yang dicurigai," kata WHO kepada AFP.
"Dari enam orang yang terdampak, tiga telah meninggal dan satu orang saat ini dirawat di ruang perawatan intensif di Afrika Selatan."
Sebelumnya pada hari Minggu, Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengatakan kepada AFP, telah terjadi wabah "penyakit pernapasan akut parah", yang telah menewaskan sedikitnya dua orang, dengan satu orang lainnya dirawat di unit perawatan intensif di Johannesburg.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pasien yang dirawat di Johannesburg dinyatakan positif terinfeksi hantavirus, yaitu keluarga virus yang dapat menyebabkan demam berdarah, kata juru bicara Afrika Selatan, Foster Mohale.
Dalam pernyataannya, WHO mengatakan infeksi hantavirus "biasanya terkait dengan paparan lingkungan (paparan urin atau feses hewan pengerat yang terinfeksi).
"Meskipun jarang terjadi, hantavirus dapat menyebar antar-manusia, dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang parah serta memerlukan pemantauan, dukungan, dan respons pasien yang cermat."
Sebaiknya Anda baca juga:
Orang pertama di kapal pesiar yang menunjukkan gejala adalah seorang penumpang berusia 70 tahun. Ia meninggal di atas kapal dan jenazahnya saat ini berada di pulau Saint Helena, wilayah Inggris di Atlantik Selatan, kata Mohale, juru bicara Afrika Selatan.
Istrinya yang berusia 69 tahun juga jatuh sakit di atas kapal dan dievakuasi ke Afrika Selatan, di mana ia meninggal di sebuah rumah sakit di Johannesburg, katanya, seraya menambahkan bahwa mereka belum dapat memastikan kewarganegaraan para korban.
Kasus ketiga, seorang warga Inggris berusia 69 tahun, juga dievakuasi ke Johannesburg, tempat ia dirawat di ruang perawatan intensif.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah unggahan di X, pihaknya sedang bekerja sama dengan operator kapal dan negara-negara anggota yang terdampak.
"WHO memfasilitasi evakuasi medis dua penumpang yang menunjukkan gejala, melakukan penilaian risiko secara menyeluruh, dan memberikan dukungan kepada orang-orang yang terdampak di dalam pesawat," tambahnya.
"Tindakan cepat dan terkoordinasi sangat penting untuk membatasi risiko dan melindungi kesehatan masyarakat."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!