Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Jadi Penopang Utama, Surplus Dagang RI Tak Tergoyahkan 71 Bulan

📅 Senin, 04 Mei 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ekspor industri pengolahan yang tumbuh signifikan antara lain didorong oleh peningkatan ekspor nikel, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik lainnya, serta semikonduktor dan komponen elektronik.

Pada Maret 2026, total ekspor nonmigas tercatat sebesar 21,25 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar sebesar 17,92 miliar dolar AS.

Selain itu, tiga komoditas unggulan Indonesia yakni besi dan baja, crude palm oil (CPO) beserta turunannya, serta batu bara menyumbang sekitar 28,53 persen terhadap total ekspor nonmigas selama Januari-Maret 2026.

Lebih lanjut, secara rinci, nilai ekspor besi dan baja naik 0,56 persen secara kumulatif, ekspor CPO dan turunannya tumbuh 3,56 persen, sementara ekspor batu bara turun 11,51 persen.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai 16,5 miliar dolar AS atau naik 17,49 persen dibandingkan Januari-Maret 2025.

Selain Tiongkok, dua negara tujuan ekspor Indonesia adalah Amerika Serikat dan India yang berkontribusi sebesar 44,48 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional.

Sementara itu, dari sisi impor, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-Maret 2026 mencapai 61,30 miliar dolar AS atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Impor nonmigas tercatat sebesar 52,97 miliar dolar AS atau naik 12,16 persen, sedangkan impor migas turun 1,72 persen menjadi 8,33 miliar dolar AS.

Menurut Ateng, kenaikan impor terutama didorong oleh impor bahan baku dan penolong yang mencapai 43,17 miliar dolar AS atau tumbuh 6,89 persen.

Komoditas impor utama yang mengalami kenaikan signifikan antara lain mesin dan perlengkapan elektrik, logam mulia dan perhiasan, serta berbagai produk kimia.

Disampaikan dia pula, untuk impor bahan baku plastik pada Maret 2026 tercatat 338,1 juta dolar AS atau turun secara bulanan sebesar 14,96 persen.

Dalam rincian mitra dagang, Amerika Serikat menjadi negara penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia dengan nilai 4,43 miliar dolar AS, diikuti India sebesar 3,29 miliar dolar AS dan Filipina 2,61 miliar dolar AS.

Sebaliknya, defisit terdalam tercatat dengan Tiongkok sebesar 5,18 miliar dolar AS, Australia 2,5 miliar dolar AS, dan Singapura 1,9 miliar dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.