Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hujan Lebat Picu Longsor di 3 Wilayah Kenya, 18 Orang Tewas

📅 Senin, 04 Mei 2026, 16:01 WIB | Oleh:
Hujan Lebat Picu Longsor di 3 Wilayah Kenya, 18 Orang Tewas Doc: AFP/Luis Tato

NAIROBI - Kepolisian Nasional Kenya pada Minggu (3/5), mengonfirmasi 18 kematian terkait tanah longsor dan banjir akibat hujan lebat yang terus mengguyur beberapa negara bagian, menyebabkan banyak keluarga mengungsi dan merusak infrastruktur.

Polisi mengatakan tanah longsor dilaporkan terjadi di wilayah Tharaka Nithi, Elgeyo-Marakwet, dan Kiambu, di mana rumah-rumah hancur dan warga terpaksa mengungsi setelah berhari-hari diguyur hujan terus-menerus.

Dalam pembaruan informasi, pihak berwenang menyoroti bahaya yang semakin meningkat akibat kondisi cuaca, dengan mengatakan polisi telah mengonfirmasi hilangnya 18 nyawa, sementara tim darurat terus menilai situasi.

Unit respons multi-lembaga telah dikerahkan ke daerah-daerah yang terdampak untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, mengevakuasi warga dari zona berisiko tinggi, dan mendistribusikan bantuan darurat.

Para pejabat mengatakan upaya juga sedang dilakukan untuk memetakan daerah-daerah rawan untuk mencegah korban jiwa lebih lanjut.

Hujan deras yang terus berlanjut merupakan bagian dari musim hujan panjang di Kenya, yang biasanya berlangsung dari Maret hingga Mei dan sering dikaitkan dengan banjir dan tanah longsor yang meluas, terutama di daerah dataran tinggi dan perkotaan dengan drainase yang buruk.

Polisi mendesak warga, khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir, untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran keselamatan.

Korban jiwa terbaru ini menambah serangkaian insiden banjir mematikan yang tercatat awal tahun ini, dengan pihak berwenang melaporkan pada 18 Maret bahwa setidaknya 71 orang telah meninggal di seluruh negeri, termasuk 36 orang di Nairobi saja. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
  • Percepatan Elektrifikasi, Presiden Umumkan Insentif Produksi 1 Juta Motor Listrik Dalam Negeri
    Preview komentar:
    Melihat keberanian pelaku usaha swasta seperti ALVA yang ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.