Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Strategi Bertahan: Apindo Fokus Jaga Efisiensi di Tengah Tekanan Energi

📅 Senin, 20 Apr 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Strategi Bertahan: Apindo Fokus Jaga Efisiensi di Tengah Tekanan Energi Doc: ANTARA/ Raisan Al Farisi
Ket. Pekerja membawa tabung gas di distributor gas nonsubsidi di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2026).

JAKARTA – Menjaga efisiensi operasional di tengah kenaikan harga komoditas energi menjadi semakin krusial karena biaya energi berperan signifikan dalam struktur biaya produksi di berbagai sektor.

Kenaikan harga energi dapat menekan margin usaha, meningkatkan biaya logistik, serta memicu penyesuaian harga barang dan jasa yang berpotensi menekan daya beli.

Efisiensi operasional bukan hanya soal penghematan konsumsi energi, tetapi juga optimalisasi proses produksi, pemanfaatan teknologi hemat energi, dan perbaikan rantai pasok agar lebih ringkas dan adaptif. Perusahaan yang mampu melakukan efisiensi akan lebih tahan terhadap volatilitas harga energi global.

Di sisi makro, upaya efisiensi ini juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi dengan menekan tekanan inflasi dari sisi biaya (cost-push inflation).

Karena itu, strategi efisiensi energi menjadi bagian penting dari ketahanan usaha sekaligus daya saing ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan dunia usaha saat ini fokus untuk menjaga efisiensi operasional di tengah kenaikan harga komoditas energi utamanya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG nonsubsidi.

“Pelaku usaha cenderung akan mengambil pendekatan yang wait and see, sambil menjaga efisiensi operasional dan stabilitas arus kas,” kata Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar saat dihubungi di Jakarta, Senin (20/4).

Sanny mengakui kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina per Sabtu (18/4) cukup signifikan dan dapat dipahami sebagai bagian dari penyesuaian dengan kondisi geopolitik saat ini.

Adapun harga Pertamax Turbo naik sekitar Rp6.300 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing naik sekitar Rp9.400 per liter, yang berarti kenaikan pada jenis BBM diesel nonsubsidi ini mencapai lebih dari 60 persen dibandingkan harga sebelumnya.

“Kenaikan ini memberikan tekanan tambahan bagi dunia usaha dalam jangka pendek, khususnya bagi industri yang menggunakan BBM nonsubsidi,” kata Sanny.

“Yang menjadi perhatian adalah kenaikan pada jenis BBM berbasis diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex, yang juga digunakan oleh sektor logistik, transportasi barang, serta sebagian aktivitas industri,” imbuhnya.

Dalam struktur biaya dunia usaha, lanjutnya, komponen energi terutama untuk logistik, memiliki porsi yang cukup besar.

Sanny menilai kenaikan harga diesel ini secara langsung akan meningkatkan biaya distribusi dan berpotensi menekan margin usaha, terutama bagi sektor manufaktur, distribusi, dan komoditas yang sangat bergantung pada mobilitas barang.

“Selain itu, terdapat timing mismatch antara tren global dan domestik, di mana harga minyak dunia sempat mengalami koreksi, tetapi pada saat yang sama risiko geopolitik kembali meningkat dan harga BBM domestik justru mengalami penyesuaian naik,” jelas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.