Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 19:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor Doc: istimewa
Ket. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan langsung fasilitas produksi kawat besi galvanis di Subang, Jawa Barat, Kamis (6/5)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong kemandirian industri logam nasional lewat peningkatan investasi. 

Pada acara Grand Opening di Subang, 6 Mei 2026, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang diwakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza meresmikan langsung fasilitas produksi kawat besi galvanis milik PT Beka Wire Indonesia.

"Semoga dengan berdirinya pabrik ini dapat menambah kemandirian industri besi baja nasional, khususnya pada produk kawat, serta dapat memperdalam struktur industri penggunanya seperti pada sektor industri lainnya, otomotif, pertanian, energi dan konstruksi," ujar Faisol.

PT Beka Wire Indonesia merealisasikan investasi Rp300 miliar, dengan potensi naik hingga Rp500 miliar. Pabrik ini menargetkan kapasitas produksi 36.000 ton per tahun untuk kawat coated wire — hot dip galvanized, zinc-aluminium, bezilum — dan non-coated wire.

Dari total produksi, 40 persen dialokasikan untuk ekspor ke Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa, dan Australia sebagai bagian dari perluasan pasar global.

Investasi ini diharapkan menekan defisit neraca perdagangan kawat besi dan baja. Dalam lima tahun terakhir (2021–2025), volume ekspor produk kawat besi dan baja turun 48,5%: dari 22.225 ton pada 2021 menjadi 11.442 ton pada 2025. Sebaliknya, impor naik tipis sehingga defisit melebar dari -113.567 ton pada 2021 menjadi -132.221 ton pada 2025. Penurunan signifikan juga terjadi pada produk kawat besi baja lapis galvanis.

Karena itu, Wamenperin menilai langkah PT Beka Wire Indonesia penting untuk menambah nilai tambah industri logam dalam negeri, mendorong substitusi impor, dan memperluas kapasitas produksi nasional.

Kehadiran pabrik ini sejalan dengan kinerja positif sektor Industri Pengolahan (IP) yang tetap jadi penopang ekonomi nasional. Pada Triwulan I 2026, sektor IP tumbuh 5,04%, lebih tinggi dari periode sama tahun lalu 4,55%. Khusus industri logam dasar, realisasi investasi mencapai Rp64,88 triliun pada Triwulan I 2026 atau sekitar 13% dari total investasi nasional.

Enam Pilar Kebijakan

Untuk menjaga iklim usaha dan daya saing industri baja nasional, Pemerintah menjalankan enam kebijakan strategis yang terintegrasi:  

1. Perlindungan Pasar: lewat trade remedies dan pengendalian impor, termasuk Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) untuk melindungi industri dari praktik perdagangan tidak adil.  

2. Kebijakan Energi: kepastian volume dan harga lewat skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) guna menekan biaya produksi.  

3. Penerapan Standar: kewajiban SNI pada produk baja hilir untuk meningkatkan mutu dan melindungi konsumen.  

4. Penguatan Pohon Industri: menjamin stabilitas dan ketersediaan bahan baku dari hulu ke hilir.  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.