Selat Hormuz Memanas: IRGC Iran Terbitkan Aturan Baru, AS dan Israel Terdampak Ketegangan Baru
📅 Sabtu, 02 Mei 2026, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Istanbul – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan “aturan baru” terkait pengelolaan garis pantai Iran di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Kebijakan tersebut disebut merupakan arahan langsung dari Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
Angkatan Laut IRGC menyatakan akan mengendalikan sekitar “hampir 2.000 kilometer (1.243 mil) garis pantai Iran” di wilayah strategis tersebut, menurut laporan Press TV yang dikelola pemerintah pada Jumat malam (1/5).
Media tersebut juga melaporkan bahwa pengendalian ini bertujuan menjadikan perairan tersebut sebagai “sumber penghidupan dan kekuatan bagi rakyat Iran yang mulia, serta sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan.” Namun, tidak ada rincian lebih lanjut yang diungkapkan terkait implementasi kebijakan tersebut.
Ketegangan di Selat Hormuz dilaporkan meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Teheran disebut membatasi lalu lintas di jalur pelayaran strategis itu sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Gencatan senjata kemudian diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, disusul pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April. Namun, perundingan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak tanpa menetapkan batas waktu baru, atas permintaan Pakistan.
Sejak 13 April, AS juga disebut memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Iran dilaporkan menyampaikan kesiapan untuk kembali melakukan perundingan di Pakistan pada awal pekan depan, jika Amerika Serikat bersedia menerima proposal baru dari Teheran, demikian laporan The Wall Street Journal pada Jumat, mengutip sejumlah sumber.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iran disebut mengajukan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz dengan imbalan jaminan penghentian serangan serta pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Proposal tersebut juga membuka peluang pembahasan program nuklir Iran sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi AS.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Jumat menyampaikan kepada Kongres bahwa permusuhan dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari telah berakhir, meski Pentagon disebut masih memperbarui postur militernya di kawasan karena adanya dugaan ancaman yang berlanjut.
Sebelumnya, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil.
Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan di Islamabad kembali berakhir tanpa hasil, sebelum kemudian Trump memperpanjang gencatan senjata untuk memberi ruang bagi Iran menyusun “proposal terpadu.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!