RI Harus Lindungi UMKM dari Dampak Konflik Global
📅 Kamis, 30 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiIa menilai potensi tumpang tindih dapat terjadi apabila koperasi menjual produk subsidi yang serupa dengan produk UMKM lokal.
Menurut Bhima, fungsi agregasi memungkinkan koperasi menghimpun produk pelaku usaha kecil, meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan dan pengemasan, serta memperluas akses pasar.
“Kalau ada UMKM memproduksi porang, KDMP harus bisa membantu pengolahan, packaging, dan mencarikan pembeli di luar desa,” ujarnya.
Selain itu, Bhima menekankan pentingnya model usaha koperasi yang tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga pengembangan kapasitas pelaku usaha lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mengingatkan potensi risiko dari sisi pembiayaan. Skema yang melibatkan APBN, dana transfer daerah, hingga Dana Desa perlu dikelola dengan hati-hati agar tidak membebani fiskal.
“Kalau gagal secara bisnis, efeknya bisa berantai, termasuk ke sektor perbankan melalui peningkatan kredit bermasalah (NPL),” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!