Trump Tolak Proposal Iran, Harga Minyak Kembali Melonjak
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiWASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan perang yang telah berlangsung dua bulan, kata seorang pejabat AS, sehingga meredupkan harapan penyelesaian konflik yang telah mengganggu pasokan energi, memicu inflasi, dan menewaskan ribuan orang.
Proposal terbaru Iran mengusulkan agar pembahasan mengenai program nuklirnya ditunda hingga perang yang saat ini ditahan setelah gencatan senjata awal bulan ini benar-benar berakhir dan sengketa pengiriman dari kawasan Teluk terselesaikan.
Dikutip dari The Strait Times pada Selasa (28/4), seorang pejabat AS yang mengetahui pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada Senin mengatakan bahwa Trump tidak puas karena ia ingin isu nuklir dibahas sejak awal.
Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menyatakan bahwa AS “telah jelas mengenai garis merah kami” dalam upaya mengakhiri perang yang dimulai pada Februari bersama Israel.
Kesepakatan sebelumnya pada 2015 antara Iran dan sejumlah negara, termasuk AS, secara signifikan membatasi program nuklir Iran, yang selama ini diklaim bertujuan damai. Namun, kesepakatan itu runtuh setelah Trump menarik AS secara sepihak pada masa jabatan pertamanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harapan untuk menghidupkan kembali upaya perdamaian semakin menipis setelah Trump membatalkan kunjungan utusan khususnya Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner ke Pakistan, yang sebelumnya dijadwalkan akhir pekan lalu.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bolak-balik ke Islamabad dua kali selama akhir pekan. Ia juga mengunjungi Oman dan pada Senin pergi ke Rusia, di mana ia bertemu Presiden Vladimir Putin dan mendapat dukungan dari sekutu lama tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik mengatakan Teheran siap berbagi kemampuan senjata defensif dan pengalaman dari “kekalahan Amerika” dengan negara-negara “independen”, termasuk anggota Shanghai Cooperation Organisation seperti Iran, Russia, Tiongkok, India, Pakistan, dan negara Asia Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harga Minyak Naik
Dengan kedua pihak masih jauh dari kesepakatan, harga minyak kembali naik hampir 3 persen pada Selasa, melanjutkan kenaikan sebelumnya.
Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengatakan bahwa bagi pelaku pasar minyak, yang terpenting kini adalah aliran fisik minyak mentah melalui Selat Hormuz, yang saat ini masih terbatas.
Data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya enam tanker yang membawa minyak Iran dipaksa kembali oleh blokade AS dalam beberapa hari terakhir, menegaskan dampak perang terhadap lalu lintas energi.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam tindakan AS terhadap tanker terkait Iran sebagai “legalisasi pembajakan dan perampokan bersenjata di laut lepas.”
Namun, juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan negaranya telah mempersiapkan skenario blokade laut sejak pemilu presiden AS 2024 dan telah mengambil langkah antisipasi sehingga “tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!