Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Ketidaksesuaian antara Kebutuhan Pasar Kerja dan Kualitas Pencari Kerja Berpendidikan Tinggi Harus Segera Diatasi

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 18:50 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Ketidaksesuaian antara Kebutuhan Pasar Kerja dan Kualitas Pencari Kerja Berpendidikan Tinggi Harus Segera Diatasi Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Ketidaksesuaian antara kebutuhan pasar kerja dan kualitas pencari kerja berpendidikan tinggi harus segera diatasi dengan langkah-langkah yang terukur dan berkelanjutan, sebagai bagian upaya mengakselerasi proses pembangunan.

“Upaya untuk mengakhiri ketidaksesuaian antara kebutuhan pasar kerja dan kualitas lulusan perguruan tinggi tidak bisa ditunda lagi, di tengah perubahan yang terjadi di sejumlah sektor. Langkah segera untuk mengantisipasi perubahan tersebut diharapkan mampu menekan angka pengangguran saat ini,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangannya tertulisnya di Jakarta, Selasa (28/4).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, Senin (27/4), mengungkapkan bahwa pihaknya berencana mengkaji ulang dan menyesuaikan program studi (prodi) di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

Data Kementerian Ketenagakerjaan merujuk Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025. Ironisnya, sebanyak 1,01 juta orang di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi.

Lestari menilai, data BPS itu menjadi cerminan bahwa ada jurang antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan apa yang dibutuhkan oleh industri saat ini.

Rerie, sapaan akrab Lestari, menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar harus benar-benar terwujud.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat bahwa perkembangan teknologi global yang begitu cepat turut mempengaruhi kebutuhan dunia usaha.

Karena itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu meminta agar semua pihak segera bergerak secara konsisten dan berkesinambungan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi. “Dibutuhkan dukungan semua pihak terkait dalam membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan lulusan perguruan tinggi yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan dunia usaha,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.