Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Pendidikan Kaltim Fokus Gencarkan Kualitas Tata Kelola Sekolah di Daerah 3T

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 14:33 WIB | Oleh:
Dinas Pendidikan Kaltim Fokus Gencarkan Kualitas Tata Kelola Sekolah di Daerah 3T Doc: antara foto
Ket. Sekolah di daerah 3T di Kaltim.

SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memfokuskan upaya menggencarkan peningkatan kualitas tata kelola sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Yang kami gencarkan saat ini adalah pemerataan akses dan kualitas pendidikan," kata Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim Armin di Samarinda, Selasa (28/4).

Ia mengatakan seluruh kepala sekolah binaan provinsi telah diarahkan untuk menata lingkungan satuan pendidikan yang nyaman dan menciptakan suasana belajar berkualitas.

Armin menceritakan pengalamannya meninjau langsung SMA Negeri 3 Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara sejauh satu jam perjalanan kapal dari pusat Kecamatan Muara Muntai yang kondisi sekolahnya terbukti bagus, meski berada terapung di atas danau.

Menurutnya, sebagian besar sekolah tingkat menengah atas yang telah dikunjungi menunjukkan perkembangan lingkungan yang tertata dengan baik secara fisik maupun nonfisik.

Meskipun Angka Partisipasi Kasar pendidikan Kaltim sangat tinggi, Armin mengakui masih ada kendala keengganan anak di pedalaman untuk bersekolah.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan sosialisasi masif dan kebijakan afirmasi khusus bagi putra-putri asli daerah setempat.

Salah satu kebijakan afirmasi itu adalah pemberian kuota khusus bagi anak pedalaman untuk masuk ke sekolah unggulan seperti SMA Negeri 10 Garuda Transformasi di Samarinda.

Program afirmasi ini bertujuan agar mereka bisa mendapatkan beasiswa kuliah di universitas ternama dalam negeri maupun di luar negeri.

Pemerintah juga mengupayakan untuk mencetak guru dari pedalaman agar bisa kembali mengabdi di kampung halamannya masing-masing.

"Langkah ini diambil guna mengatasi kekurangan tenaga pendidik akibat banyaknya guru dari luar daerah yang tidak bertahan lama mengajar di pelosok," ujar Armin.

Pemprov Kaltim membuka peluang seluas-luasnya bagi anak daerah untuk mengambil kuliah keguruan secara gratis agar nantinya bisa diangkat menjadi guru setelah lulus di kampung halaman mereka.

Hal itu sudah dilakukan Pemprov Kaltim dengan pembiayaan gaji pendidik pengganti di lapangan dapat didukung secara legal dengan menggunakan ketersediaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).

Armin menekankan pentingnya penerapan kebijakan daerah yang fleksibel guna mengatasi persoalan penempatan dan pemerataan guru di kawasan pedalaman, agar tidak timpang terlampau jauh dengan kapasitas guru di wilayah perkotaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
IHSG Anjlok 4,31 Persen Usa...

Pemkot Bandung Resmikan RTH Pasirwangi

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Resmikan RTH...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.