Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tinggalkan Pertumbuhan Artifisial, BP BUMN Kawal Visi Ketahanan Fundamental

📅 Senin, 27 Apr 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Tinggalkan Pertumbuhan Artifisial, BP BUMN Kawal Visi Ketahanan Fundamental Doc: Dok. Istimewa

​JAKARTA – Pemerintahan Prabowo secara tegas memilih model pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif. Pernyataan ini ditekankan oleh Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, saat memberikan arahan strategis di hadapan pimpinan Defend.id.

​Menurut Dony, pertumbuhan ekonomi yang hanya berpatokan pada angka persentase makro akan sulit menciptakan kesejahteraan merata dan justru memperlebar tingkat kemiskinan. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, negara sedang melakukan "restorasi" dengan fokus utama pada dua pilar keberlanjutan: Ketahanan dan Pertahanan.

​"Kita ingin shifting dari artificial menjadi fundamental economic growth. Tidak ada negara yang berdaulat kalau tidak mampu memenuhi pangannya sendiri, mengamankan energinya, dan memiliki SDM yang tangguh," ujar Dony di Jakarta, belum lama ini.

​Untuk menerjemahkan visi tersebut, BP BUMN langsung mengawal berbagai program strategis di lapangan, meliputi Ketahanan Pangan, ketahanan energi, dan ketahanan SDM. Ketahanan pangan adalah program nyata pemerintah Prabowo yang sukses mendorong swasembada beras. Dony menjelaskan langkah terstruktur pemerintah menciptakan swasembada melalui pencetakan sawah baru, penambahan infrastruktur irigasi, dan penyesuaian model bisnis pupuk (mark to market) yang berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen.

Sedang dalam ketahanan energi, pemerintah terus mendorong proyek hilirisasi seperti konversi batu bara menjadi gas (Dimethyl Ether/DME), penghentian impor solar, serta pengembangan bahan bakar nabati (etanol dan B50) untuk menekan capital outflow.

BUMN juga mendukung program intervensi gizi nasional (Makan Bergizi Gratis) sebagai pilar ketahanan SDM guna memutus rantai stunting yang masih di angka 23 persen. Pun halnya pembangunan 'Sekolah Rakyat' dan 'Sekolah Garuda' untuk pemerataan akses pendidikan.

​"Ini bukan sekadar program biasa, ini adalah sebuah proses restorasi tentang keberlanjutan Indonesia ke depan. BUMN harus menjadi motor penggerak utama yang memastikan negara ini berdaulat," tutup Dony.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mau Meliput Krakatau, 5 Wartawan “Hilang” Sudah Ditemukan, Mampir di Pulau yang Susah Sinyal
    Syukurlah ....
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
Ekonomi
Panen raya bawang merah di ...

Semburan asap di Pasar Baru

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.