Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tembus 800 Ribu Ton, Angkutan Barang KAI Daop 1 Jakarta Melejit di Awal 2026

📅 Senin, 27 Apr 2026, 17:38 WIB | Oleh:
Tembus 800 Ribu Ton, Angkutan Barang KAI Daop 1 Jakarta Melejit di Awal 2026 Doc: ANTARA/HO-PT KAI Daop1 Jakarta
Ket. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (Daop 1 Jakarta) mencatat kinerja layanan angkutan barang mencapai total volume mencapai 808.662 ton selama triwulan I tahun 2026. \

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (Daop 1 Jakarta) mencatatkan performa impresif pada sektor angkutan barang dengan total volume mencapai 808.662 ton sepanjang triwulan I tahun 2026.

Capaian ini menegaskan posisi strategis moda transportasi kereta api sebagai pilar utama distribusi logistik nasional yang lebih efisien, tepat waktu, dan berkelanjutan. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa komoditas peti kemas masih menjadi kontributor dominan

“Kereta api menjadi salah satu solusi utama dalam distribusi logistik karena mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara tepat waktu dan lebih efisien. Selain itu, angkutan barang dengan kereta api juga lebih ramah lingkungan,” ujar dia di Jakarta, Senin.

Franoto merinci, komoditas peti kemas menjadi kontributor terbesar dalam kinerja angkutan barang Daop 1 Jakarta pada triwulan I tahun 2026 yakni sebanyak 761.073 ton, diikuti semen (20.240 ton), parcel (18.881 ton), angkutan barang pendukung prasarana perkeretaapian seperti rel, batu ballast, dan material lainnya (5.943 ton), serta barang hantaran potongan (2.525 ton).

“Kinerja ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan barang KAI yang dinilai aman, tepat waktu, dan kompetitif," kata Franoto.

Franoto mengajak para pelaku usaha dan masyarakat untuk memanfaatkan angkutan barang berbasis kereta api sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem logistik yang lebih berkelanjutan.

Penggunaan kereta api dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya, sehingga dapat meminimalisir potensi pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berisiko terhadap keselamatan serta kerusakan infrastruktur jalan.

Selain itu, moda transportasi kereta api juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon dibandingkan angkutan berbasis kendaraan darat, sehingga mendukung penerapan konsep transportasi hijau (green transportation).

Sebaiknya Anda baca juga:

“Melalui layanan angkutan barang kereta api, kami mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, aman, dan berkelanjutan. Ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pengurangan emisi karbon serta menciptakan sistem logistik yang lebih hijau,” demikian kata Franoto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Gempa Bumi Venezuela: Korba...
Luar Negeri
AS Luncurkan Program Rudal ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Baginda Pemuka Bangsa, Gelar Baru Jokowi dari 5 Kerajaan Adat Lampung

Baginda Pemuka Bangsa, Gelar Baru Jokowi dari 5 Kerajaan Adat Lampung

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.