Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stabilisasi Rupiah Perlu Sinergi

📅 Senin, 27 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Stabilisasi Rupiah Perlu Sinergi Doc: afp
Ket. Ryan Kiryanto Ekonom sekaligus Associate Faculty LPPI - BI sudah menjalankan perannya, tetapi stabilisasi rupiah membutuhkan orkestrasi kebijakan yang lebih kuat antarotoritas.

BI perlu terus menjaga stabilitas melalui intervensi pasar yang terukur.

Bandung – Stabilisasi rupiah tidak bisa hanya bertumpu pada intervensi Bank Indonesia (BI), tetapi memerlukan sinergi kuat antarotoritas. Kebijakan moneter perlu didukung langkah fiskal, penguatan sektor riil, serta pengendalian permintaan valas agar lebih berbasis kebutuhan.

Seperti dikutip dari Antara, Ekonom sekaligus Associate Faculty LPPI Ryan Kiryanto menilai upaya stabilisasi nilai tukar rupiah perlu diperkuat melalui sinergi kebijakan lintas otoritas, tidak hanya mengandalkan langkah dari BI.

Merespons pelemahan rupiah yang sempat menembus level 17.300 rupiah per dollar AS akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global, Ryan memberikan sejumlah masukan strategis agar stabilisasi nilai tukar dapat lebih efektif dan berkelanjutan.

Menurut dia, BI perlu terus menjaga stabilitas melalui intervensi pasar yang terukur, namun pada saat yang sama harus diimbangi dengan dukungan kebijakan dari otoritas lain, seperti pemerintah dan sektor keuangan.

“BI sudah menjalankan perannya, tetapi stabilisasi rupiah membutuhkan orkestrasi kebijakan yang lebih kuat antarotoritas,” ujar Ryan akhir pekan lalu.

Salah satu langkah yang disarankan adalah memperkuat kebijakan mikro yang telah berjalan, seperti penyesuaian ambang batas (threshold) pembelian valuta asing (valas). Kebijakan ini dinilai perlu terus dievaluasi agar mampu mengarahkan permintaan dollar lebih berbasis kebutuhan riil, bukan spekulatif.

Ryan juga menyarankan agar BI bersama otoritas terkait mendorong perbankan melakukan manajemen risiko yang lebih ketat terhadap eksposur pinjaman valas. Dalam hal ini, debitur dengan eksposur besar dapat diarahkan secara bertahap untuk melakukan konversi ke rupiah guna mengurangi tekanan terhadap nilai tukar.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perbaikan struktural ekonomi domestik sebagai langkah jangka menengah hingga panjang. Peningkatan penggunaan bahan baku substitusi impor, khususnya di sektor industri strategis seperti farmasi, dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap valas dan memperkuat fundamental rupiah.

Ryan juga mendorong penguatan peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) agar mampu menghasilkan kebijakan yang lebih terkoordinasi dan responsif terhadap dinamika pasar. Harmonisasi kebijakan antarotoritas dinilai penting untuk menciptakan kepercayaan investor.

Ia menambahkan, asumsi nilai tukar dalam APBN 2026 di kisaran 16.500 rupiah per dollar AS dapat dijadikan acuan jangka menengah yang perlu dicapai secara bertahap, dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan kepentingan eksportir dan importir.

Biaya Intervensi

Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman mengingatkan agar BI tetap memperhitungkan biaya intervensi terhadap cadangan devisa.

Ia menyarankan agar strategi stabilisasi dilakukan secara selektif dan tidak sepenuhnya bergantung pada intervensi jangka pendek. Penguatan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dapat dimanfaatkan untuk menarik aliran modal masuk, meski tetap memerlukan dukungan kebijakan fiskal yang kredibel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Ribuan Warga Padati CFD PLN...
Luar Negeri
Bukan Bersisik, Fosil Dinos...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.