Jelang Idul Adha, Batam Butuh 9.000 Ekor Hewan Kurban
📅 Jumat, 24 Apr 2026, 22:10 WIB | Oleh: Tim PenulisBATAM – Kebutuhan hewan ternak untuk kurban setiap tahun mencerminkan lonjakan permintaan musiman yang signifikan, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.
Kondisi ini mendorong peningkatan aktivitas perdagangan ternak serta pergerakan distribusi antarwilayah untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Dari sisi ekonomi, momentum kurban menjadi peluang bagi peternak untuk meningkatkan pendapatan, namun juga menuntut kesiapan dalam menjaga kualitas, kesehatan hewan, dan stabilitas harga.
Tantangan muncul ketika pasokan tidak merata atau terganggu faktor penyakit dan logistik, sehingga diperlukan penguatan sistem pengawasan, distribusi, serta peran pemerintah dalam memastikan keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebut kebutuhan hewan ternak untuk kurban di Batam pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 9.000 ekor.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kebutuhan untuk kurban tahun ini sekitar 3.000 ekor sapi dan bisa sekitar 6.000 kambing atau lebih,” kata Kepala DKPP Batam Mardanis saat dihubungi di Batam, Jumat (24/4).
Ia menyampaikan, Idul Adha 2026 yang jatuh pada 27 Mei mendatang tetap akan didukung dengan pasokan hewan kurban yang memadai.
Sebagai perbandingan, pada 2025 jumlah hewan kurban di Batam tercatat sebanyak 6.807 ekor, terdiri dari 2.338 sapi dan 4.469 kambing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mardanis menjelaskan, saat ini stok sapi di Batam telah mencapai sekitar 3.000 ekor yang didatangkan dari Lampung dan Pulau Jawa.
Sementara itu, stok kambing berkisar antara 4.000 hingga 5.000 ekor yang berasal dari Medan dan Lampung, dan jumlahnya akan terus bertambah menjelang hari pelaksanaan kurban.
“Untuk stok, pada prinsipnya Batam tidak pernah mengalami kekurangan. Pasokan hewan ternak terus didatangkan dari luar daerah dan akan terus bertambah mendekati hari raya,” katanya.
Dalam rangka menjamin kesehatan hewan ternak, DKPP Batam bersama instansi terkait melakukan pengawasan ketat sejak sebelum hewan masuk hingga menjelang penyembelihan.
“Seluruh hewan ternak yang masuk wajib melalui uji laboratorium sebelum dikirim ke Batam. Setelah tiba, pengawasan kembali dilakukan secara berkala, terutama satu hingga dua minggu sebelum hari raya, untuk memastikan kondisi kesehatan hewan tetap terjaga,” ujarnya.
Pengawasan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia wilayah Kepulauan Riau dan Badan Karantina Kepri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!