Hadapi Kemarau Panjang, Situbondo Ajak Petani Beralih ke Padi Genjah
📅 Jumat, 24 Apr 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim PenulisSITUBONDO – Mengoptimalkan hasil panen saat musim kemarau panjang menuntut strategi adaptif yang berfokus pada efisiensi penggunaan air dan ketahanan tanaman.
Penerapan irigasi hemat air seperti tetes atau sprinkler, pemilihan varietas tahan kekeringan, serta penyesuaian pola tanam menjadi kunci untuk menjaga produktivitas.
Selain itu, praktik konservasi tanah—seperti mulsa dan pengolahan lahan minimum—membantu mempertahankan kelembapan dan kesuburan.
Dukungan teknologi informasi cuaca dan manajemen input yang tepat juga penting untuk mengurangi risiko gagal panen.
Dengan pendekatan terpadu, petani dapat meminimalkan dampak kemarau sekaligus menjaga stabilitas produksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendorong para petani setempat menggunakan bibit padi genjah untuk hasil panen optimal saat musim kemarau panjang.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo Qurtaul Aini di Situbondo, Jumat, mengatakan varietas bibit padi berumur pendek menjadi solusi menanam padi pada musim kemarau karena memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap kekurangan air.
"Langkah ini menjadi strategi guna memastikan produktivitas padi di Situbondo tetap terjaga, dan petani juga bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal meski dalam kondisi musim kemarau," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, menggunakan bibit padi genjah mempercepat masa panen dan sehingga dapat mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air pada musim kemarau tahun ini.
Tutuk, sapaannya, mengatakan pada musim kemarau tahun ini, pihaknyajuga meminta petani mengoptimalkan dan memanfaatkan air irigasi dari sumber air dangkal serta sumber air lainnya.
"Beberapa bibit padi genjah tahan kekurangan air, di antaranya Inpago 4-13, Inpari 38-46, Situbagandit, Cakrabuana," paparnya.
Data diperoleh ANTARA, produksi padi sepanjang tahun 2025 mencapai 321.723 ton dari luasan 65.151 hektare atau melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebesar 241.266 ton, surplus sekitar 80 ton.
Pencapaian produksi padi pada 2025 menjadi bukti keseriusan dan komitmen pemerintah daerah setempat menjadikan sektor pertanian sebagai program prioritas dan sejalan dengan visi pemerintah pusat memperkuat ketahanan pangan nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!