Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Manggis di Tanah Datar Bangkit dan Kembali Berproduksi

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Manggis di Tanah Datar Bangkit dan Kembali Berproduksi Doc: Antara
Ket. Bustami memikul keranjang untuk memanen buah manggis di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (24/1).

Kabupaten Tanah Datar - Petani manggis di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat secara perlahan mulai bangkit setelah terdampak bencana banjir bandang di akhir November 2025.

"Hari ini ada sekitar 100 hingga 150 kilogram buah manggis yang saya panen di dalam kawasan hutan," kata salah seorang petani buah manggis, Bustami di Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (24/1).

Bustami mengatakan dua bulan pascabanjir bandang yang melanda daerah itu para petani buah-buahan mulai kembali beraktivitas normal. Meskipun akses jalan utama menuju perkebunan masih terputus akibat diterjang banjir bandang, ia tidak berputus asa dan memilih menempuh aliran sungai yang kini sudah mengering.

Di awal-awal bencana terjadi, Bustami mengaku sama sekali tidak memanen buah manggis karena fokus membersihkan material banjir bandang yang menghantam pemukiman setempat. Selain itu, kondisi jalan menuju hutan juga belum memungkinkan untuk ditempuh.

Saat ini ia bersama petani manggis lainnya harus berjalan kaki dua hingga tiga kilometer melewati aliran Batang Malalo yang dipenuhi batuan besar, tumpukan kayu hingga melintasi jalan setapak yang curam dan terjal sambil menggendong keranjang.

"Kondisi jalannya memang sulit dan terjal terutama saat membawa hasil panen," ujar dia.

Ratusan kilogram manggis tersebut ia jual kepada pengepul dari Kota Batusangkar. Selain manggis juga terdapat durian dan beberapa buah lainnya yang ditanami petani di dalam kawasan hutan.

Sementara itu, Wali Nagari (kepala desa) Guguak Malalo, Mulyadi mengatakan bencana alam yang terjadi di akhir tahun tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah warga tetapi juga menyebabkan beberapa ruas jalan terputus dan berdampak pada sektor pertanian.

"Secara perlahan ekonomi di nagari ini mulai bangkit, seperti petani manggis yang mulai panen dari dalam kawasan hutan," kata Mulyadi.

Ia mengatakan banjir bandang yang terjadi menyebabkan kerusakan yang cukup parah seperti jebolnya sabo dam, serta jalan utama menuju kawasan perkebunan masyarakat setempat.

"Kami berharap agar sabo dam dan jalan ke perkebunan warga ini bisa secepatnya diperbaiki," harap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.