Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PU Mulai Tata dan Percantik Kawasan Wisata Puncak Bogor

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 16:14 WIB | Oleh:
Kementerian PU Mulai Tata dan Percantik Kawasan Wisata Puncak Bogor Doc: antara foto
Ket. Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong

KABUPATEN BOGOR - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai memprioritaskan penataan dan mempercantik kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, sebagai kawasan strategis nasional yang menjadi wajah daerah sekaligus destinasi unggulan di Jawa Barat (Jabar).

Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Kamis, menjelaskan, langkah tersebut ditandai melalui Rapat Koordinasi Awal Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Kawasan Strategis Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Bandung, Rabu (22/4), dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Bogor dan pemerintah pusat.

Ia mengatakan, kawasan Puncak merupakan wajah Kabupaten Bogor di tingkat nasional sehingga penataannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen bersama, kawasan Puncak diharapkan menjadi kawasan yang tertib, nyaman, dan representatif sebagai wajah Kabupaten Bogor di Indonesia,” ujar Rudy.

Menurut dia, penataan kawasan Puncak menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi kemacetan lalu lintas, menata ruang yang lebih tertib, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika yang hadir sebagai narasumber dalam forum tersebut menjelaskan, perhatian pemerintah pusat tidak terlepas dari komitmen kuat dan langkah nyata yang telah dilakukan Pemkab Bogor dalam menata kawasan Puncak.

Ia mengatakan, pemerintah pusat tidak hanya merencanakan penataan, tetapi juga mengajak pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di kawasan wisata tersebut.

“Pemkab Bogor dinilai proaktif dan memiliki kesungguhan dalam menata kawasan Puncak,” katanya.

Menurut Ajat, penataan kawasan Puncak tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir, dimulai dari titik-titik krusial yang menjadi simpul kemacetan.

Ia mencontohkan penanganan harus dimulai dari kawasan bawah seperti Simpang Gadog sebelum berlanjut ke kawasan atas seperti Gunung Mas.

“Tidak mungkin kita menata kawasan Gunung Mas tanpa memperbaiki Simpang Gadog terlebih dahulu. Titik-titik ini menjadi simpul kemacetan akibat tingginya aktivitas persimpangan serta gangguan samping seperti bangunan liar dan PKL,” jelasnya.

Penataan kawasan ini dilakukan secara kolaboratif mulai dari Simpang Gadog hingga perbatasan Cianjur, dengan harapan mampu menciptakan keterpaduan kawasan, mengurai kemacetan, meningkatkan kualitas tata ruang, serta memperkuat daya tarik Puncak sebagai destinasi wisata unggulan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...

Pembalap Asal Sleman Kiandra Ramadhipa Berakhir di Nomor 6

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pembalap Asal Sleman Kiandr...
Luar Negeri
Argentina Ancam Sanksi Proy...

Utusan AS Berunding dengan Zelenskyy

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Utusan AS Berunding dengan ...
Megapolitan
Jadikan Jakarta Simpul Kopi...
Megapolitan
Dinas Kesehatan Tangerang S...
Advertisement
1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.